Tekuni Kerajinan Kerang Sejak 2003, Kini Omset Haris Mencapai Ratusan Juta

Tak kurang dari 30 orang karyawan berbagi tugas untuk menyelesaikan orderan kerajinan kerang di workshop milik Haris

Tekuni Kerajinan Kerang Sejak 2003, Kini Omset Haris Mencapai Ratusan Juta
Tribun Bali/Widyartha Suryawan
Haris menunjukkan gantungan kerang kreasinya di workshopnya, Jalan Sri Rama, Legian, Kuta, Badung. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Irsan Haris (42) bisa disebut sebagai salah satu pengusaha kecil menengah yang sukses.

Merintis bisnis kerajinan kerang sejak tahun 2003, kini dia bisa membuka lapangan pekerjaan.

Tak kurang dari 30 orang karyawan berbagi tugas untuk menyelesaikan orderan kerajinan kerang di workshop milik Haris.

Ia menceritakan, awalnya dia sekadar menjiplak pernak-pernik berbahan kerang. Lambat laun, kreativitasnya muncul.

Ia mulai berani bereksperimen dengan memadukan bulu-bulu ayam pada gantungan kerang.

Dalam sebulan, omsetnya mencapai Rp 150 juta.

"Cukuplah untuk membayar karyawan, mulai dari tukang rajut hingga pasang kerang," ujar Haris di workshopnya di Jalan Sri Rama, Legian, Kuta, Badung.

Sebagai referensi, Haris melihat berbagai bentuk pernak-pernik di internet.

Selain kalung yang dikombinasikan dengan bulu-bulu ayam, ia juga memproduksi hiasan dinding dari rajutan benang.

Dalam tiga tahun terakhir, hiasan kerang dengan kombinasi bulu ayam itu paling diminati.

Kalung kreasi Haris bentuknya unik. Tak heran jika banyak yang membeli untuk aksesoris festival.

Harga kalung atau hiasan dinding mulai Rp 80 ribu hingga Rp 500 ribu.

"Saat ini penjualan cukup bagus, kerajinan kerang masih diminati terutama dari Spanyol, Australia, dan Amerika," ujar Haris.

Penulis: Widyartha Suryawan
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help