Bakso Madara, Kuliner Sehat di Denpasar Yang Terbuat dari Sayur dan Buah

Harga dari menu tersebut mulai dari Rp 10 ribu sampai dengan Rp 20 ribu untuk menu Bakso beranak

Bakso Madara, Kuliner Sehat di Denpasar Yang Terbuat dari Sayur dan Buah
Tribun Bali / Karsiani Putri
Bakso ayam campur yang berisikan olahan bakso ayam dengan campuran sawi, buah naga, serta ubi ungu, pada Sabtu (16/6/2018) di Jalan Sedap Malam 54 Kesiman, Denpasar, Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Jika biasanya masyarakat familiar dengan olahan bakso yang berbahan dasar daging saja, namun kini ada yang beda dengan yang dihadirkan  oleh Warung Bakso Madara.

Menggunakan salah satu tokoh dalam anime Naruto, Warung Madara menghadirkan berbagai olahan bakso ayam dengan campuran sayur serta buah.

Beberapa menu yang ditawarkan seperti bakso ayam sawi hijau, bakso ayam kelor jagung manis, bakso ayam wortel, bakso ayam ubi ungu sampai dengan bakso ayam buah naga.

Harga dari menu tersebut mulai dari Rp 10 ribu sampai dengan Rp 20 ribu untuk menu Bakso beranak yang didalamnya berisikan potongan sayur seperti wortel, kentang, dan kacang-kacangan.

Pemilik Warung Bakso Madara,  I G Putra Suryaningrat menuturkan bahwa Ia bersama keluarganya ingin menghadirkan suatu kuliner yang sehat.

“Dulu kan sempat heboh karena banyaknya makanan yang dicampur dengan formalin dan borax. Nah, dari sanalah saya berpikir bagaimana caranya membuat makanan yang memang aman dan sehat,” jelasnya ketika ditemui Tribun Bali pada Sabtu (16/6/2018) di Jalan Sedap Malam 54 Kesiman, Denpasar, Bali.

Mulailah Ia beserta keluarganya membuka Warung Bakso Madara pada tahun 2016 yang berlokasi di pekarangan rumah miliknya di Jalan Sedap Malam 54 Kesiman, Denpasar, Bali.

Buka mulai pukul 11.00 Wita sampai dengan 20.00 Wita, Putra menuturkan selama Idul Fitri ini Ia bisa mendapatkan omset dalam satu harinya mencapai Rp 4 juta.

Tidak hanya memiliki pelanggan dari daerah Denpasar, Putra pun menjelaskan bahwa banyak pelanggannya berasal dari Jimbaran, Tabanan, dan Nusa Dua.

“Banyak yang beli lewat Gojek dan jasa pengantaran makanan lainnya, dan yang memesan kadang sering dari luar Denpasar. Bahkan ada pelanggan yang membayar ongkos pengiriman sampai Rp 25 ribu dan itu lebih mahal dibandingkan harga baksonya,” ucap Putra sambil tertawa. (*)

Penulis: Karsiani Putri
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help