Bali Paradise

Jarum Kompas Berputar Terus, Desa Pakraman Catur dengan Berbagai Potensi

Jika umumnya dalam suatu daerah memiliki satu arah mata angin, lain halnya dengan wilayah Desa Pakraman Catur

Jarum Kompas Berputar Terus, Desa Pakraman Catur dengan Berbagai Potensi
Istimewa
Desa Pakraman Catur 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Jika umumnya dalam suatu daerah memiliki satu arah mata angin, lain halnya dengan wilayah Desa Pakraman Catur.

Wilayahnya yang secara kedinasan masuk di Desa Catur Kecamatan Kintamani ini memiliki titik 0, yang terletak di salah satu meru di Pura Penyagjagan.

Sehingga bilamana seseorang membawa kompas, benda tersebut tidak mampu menunjukkan arah utara maupun selatan.

Perbekel Desa Catur, I Made Agus Antara, Jumat (22/6/2018) membenarkan terkait hal tersebut.

Kata dia, titik 0 ini sempat dibuktikan oleh pihak cagar budaya dengan membawa kompas, dan jarum kompas tersebut terus berputar.

Sebab itu di wilayah Desa Pakraman Catur (sebelah selatan Pura Penyagjagan), arah utara mengikuti wilayah Bangli dan Badung yakni mengarah ke Pura Penyagjagan.

Sedangkan banjar yang terletak di wilayah utara Pura Penyagjagan, yakni Banjar Lampu, arah utara mengikuti wilayah Singaraja.

“Di Pura ini (Penyagjagan) juga terdapat sebuah konco (kelenteng) yang menjadi simbol kerukunan antara budaya Hindu dengan budaya Tionghoa, yang beragama Budha. Dan hal ini sudah ada sejak dulu kala,” ujarnya.

Keunikan lain Desa Pakraman Catur yakni sesuai dengan namanya, catur yang berarti empat.

Wilayah ini juga memiliki empat pura yang letak pemedal (pintu keluarnya) menghadap ke empat penjuru mata angin (nyatur desa).

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help