Piala Dunia 2018

Hadapi Panama, Timnas Inggris Akan Jadikan Sepak Pojok Senjata Mematikan

Dua tahun setelah itu, di Piala Dunia 2018, Inggris berubah. Kini, sepak pojok mereka bukan lagi sebuah lelucon,

Hadapi Panama, Timnas Inggris Akan Jadikan Sepak Pojok Senjata Mematikan
Twitter @FIFAWorldCup

TRIBUN-BALI.COM - DI Piala Eropa 2016 lalu, semua orang tertawa melihat bagaimana Inggris menanggapi sepak pojok. Manajer mereka kala itu, Roy Hodgson, menunjuk Harry Kane sebagai eksekutor. Hasilnya, bukannya berhasil mendapat gol dari sepak pojok, Inggris justru menjadi bahan lelucon. Sudah tak jago, tersingkir di 16 besar dari Islandia, dan asal‑asalan dalam memanfaatkan sepak pojok.

Dua tahun setelah itu, di Piala Dunia 2018, Inggris berubah. Kini, sepak pojok mereka bukan lagi sebuah lelucon, melainkan jadi hal yang ditakuti oleh para lawan‑lawannya. Tentu saja, yang jadi algojo bukan lagi Kane. Inggris kini memiliki Kieran Trippier dan Ashley Young sebagai penendang sepak pojok. Dan, dua gol pertama mereka di Rusia diawali dari sepak pojok dua pemain tersebut.

Pada laga pertama Grup G mereka melawan Tunisia, Selasa (19/6/2018) dini hari, Inggris menang dengan skor 2‑1. Dua gol yang dicetak Kane pada laga itu berawal dari sepak pojok. Meski tak langsung, tapi itu menunjukkan bagaimana berbahayanya Inggris. Sepanjang laga, anak asuh Gareth Southgate mendapat tujuh sepak pojok. Dua menjadi gol dan hampir seluruhnya tepat sasaran.

Baca: Jepang Bentrok Senegal, Pelatih Jepang Tak Mau Anggap Enteng Sadio Mane Cs

Baca: Jerman 2-1 Swedia, Begini Komentar Emosional Toni Kroos Usai Cetak Gol Kemenangan Jerman

Inggris memang menyiapkan sepak pojok dan situasi bola mati sebagai senjata utama untuk mencetak gol, begitu yang diakui oleh bek mereka, John Stones. "Kami mencoba memanfaatkan dan menggunakannya sebagai keuntungan kami. Kami punya banyak penyundul yang kuat. Untuk mendapatkan dua gol, itu benar‑benar hadiah untuk pekerjaan kami dalam latihan," kata Stones dilansir Reuters.

"Kami banyak berlatih‑‑dua, tiga hari sebelum pertandingan‑‑itu benar‑benar membuahkan hasil. Catatan dalam turnamen yang kami lihat dan tinjau menunjukkan banyak gol berasal dari bola mati, bukan permainan terbuka," ucap dia lagi.

Pada laga kedua fase grup, Inggris akan meladeni Panama, Minggu (24/6/2018) di Nizhny Novgorod Stadium. Menatap laga tersebut, Stones menambahkan bahwa timnya terus melakukan latihan ekstra keras agar bisa meraup tiga poin. Tiga poin bagi Inggris akan memperbesar langkah mereka melaju ke babak 16 besar. Terlebih, secara mental, Inggris sedang diunggulkan, mengingat pada laga pertama Panama kalah telak 0‑3 dari Belgia.

Meski demikian, menurut Jordan Henderson, Inggris tak boleh memandang remeh tim Amerika Tengah itu. "Panama lawan yang tidak boleh kami pandang sebelah mata, meski pada pertandingan sebelumnya mereka dikalahkan Belgia. Tak ada lawan mudah. Kami harus memperlakukan semuanya dengan sebaik‑baiknya. Saya optimistis dengan apa yang akan kami hasilkan di turnamen ini," kata gelandang itu dilansir BBC Sport.

Panama sendiri dikenal memiliki gaya permainan yang keras. Itu bisa dilihat ketika mereka menghadapi Belgia yang menjadi duel dengan kartu kuning terbanyak sepanjang babak penyisihan grup Piala Dunia 2018. Delapan kartu kuning dikeluarkan wasit Janny Sikazwe, lima di antaranya diberikan untuk Panama.

Namun demikian, Henderson mengaku tak gentar dengan gaya permainan keras Panama itu. "Saat menghadapi Tunisia, mereka juga melakukan hal yang sama. Ada banyak pelanggaran yang kami dapat di tengah lapangan," kata Henderson. "Saya yakin Panama akan kembali melakukannya dan mereka akan mencoba untuk membuat laga ini menjadi tak mudah bagi kami," katanya menambahkan.

Di kubu Panama sendiri, gelandang Jose Luis Rodriguez yakin Inggris tak akan memberikan ancaman sebesar Belgia. "Bagi saya, Belgia merupakan lawan yang lebih sulit dibanding Inggris. Inggris tim besar dengan pemain‑pemain yang sangat bagus, tapi kami akan berusaha untuk menang," kata Rodriguez seperti dikutip The Telegraph.

Rodriguez mengaku kerap menyaksikan pertandingan Liga Inggris setiap pekan. Dia merasa akan jadi pengalaman fantastis bermain melawan para pemain dari Liga Inggris dan berusaha menampilkan permainan terbaiknya di laga kedua Piala Dunia ini.

fifaworldcup
instagram.com/fifaworldcup

"Akan sulit menghentikan Inggris, kami harus terorganisir dengan baik. Tapi, kami akan menggunakan pendekatan (fisik) yang sama saat melawan mereka dan kami akan berusaha untuk menang," terangnya.

Sementara itu, bek Panama, Roman Torres mengatakan, timnya akan tetap agresif seperti saat melawan Belgia. Itu dilakukan untuk menandingi kecepatan para pemain Inggris. "Sepak bola seperti itu, Anda selalu harus menenangkan diri, Anda harus menandai teritori Anda. Kami tampil baik saat lawan Belgia dan saat kami melakukan tekel‑tekel, mereka terikat ke dalam hal itu sebagaimana yang kami lakukan," papar Torres.

"Inggris sedikit lebih langsung dibanding Belgia. Mereka berusaha menggunakan kecepatan yang mereka miliki. Kami akan perlu kompak dan membatasi ruang mereka," ucapnya.(tribunnews/dod)

Editor: Rizki Laelani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved