Satu Regu Dalmas Kepung Suardika Hingga Menyerahkan Diri, Ini Gara-garanya Kata Polisi

Pihaknya diminta oleh Polsek Tembuku, untuk membantu mengamankan Suardika yang mengamuk di rumah dan menyerang warga sekitarnya.

Satu Regu Dalmas Kepung Suardika Hingga Menyerahkan Diri, Ini Gara-garanya Kata Polisi
tribun bali/muhammad fredey mercury
NGAMUK - Sejumlah anggota polisi berjaga mengamankan seorang warga asal Banjar Penida Kelod, Desa Tembuku, Kecamatan Tembuku, Bangli, yang mengamuk di lingkungan sekitar, Minggu (24/6/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Seorang pria asal Banjar Penida Kelod, Desa Tembuku, Kecamatan Tembuku, Bangli, I Wayan Suardika harus berurusan dengan polisi. Masalhnya, dia mengamuk sambil mengacung-acungkan golok dan bambu sehingga meresahkan warga, Minggu (24/6/2018).

Berdasarkan informasi, pria 47 tahun ini nyaris menyerang warga lain menggunakan bambu dan golok. Kasat Sabhara Polres Bangli, AKP Dewa Gde Oka saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.

Pihaknya diminta oleh Polsek Tembuku, untuk membantu mengamankan Suardika yang mengamuk di rumah dan menyerang warga sekitarnya. "Laporan tersebut kamu terima pada pukul 11.00 wita, dan langsung menuju ke lokasi," ucapnya.

Baca: Rentetan Kejadian Menerpa Gianyar, Waspada Pohon Tumbang dan Banjir

Akibat ulah Suardika yang dinilai membahayakan warga, satu regu dalmas beranggotakan 11 orang, beserta personel kepolisian lainnya diturunkan untuk pengamanan Suardika. Proses pengamanan, lanjut AKP Dewa Oka, berlangsung selama satu jam, hingga akhirnya Suardika mau menyerahkan diri.

Baca: 56 Lukisan Baturulangun Dipamerkan di Ajang PKB, Ini Bedanya dengan Karya Lainnya

AKP Dewa Oka menjelaskan, Suardika memang diketahui memiliki riwayat gangguan jiwa, dan sempat menjalani pengobatan di RSJP Bali. Amukannya kala itu, disinyalir akibat kehabisan obat, lantaran pihak keluarga belum sempat membawanya untuk kontrol.

"Keterangan dari pihak keluarga, selama ini yang bersangkutan rutin mengkonsumsi obat. Namun sejak 20 hari lalu, obatnya habis. Pihak keluarga juga belum sempat mencarikan obat untuk dia," jelasnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Rizki Laelani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help