Piala Dunia 2018

Diterpa Isu Perpecahan, Maradona Marah dan Ngotot Ingin Bertemu Messi Cs

Kabarnya seluruh pemain senior Argentina beramai-ramai menyampaikan ketidakpercayaan mereka terhadap sang pelatih kepada Claudio Tapia.

Diterpa Isu Perpecahan, Maradona Marah dan Ngotot Ingin Bertemu Messi Cs
kolase
Lionel Messi, Diego Maradona, Jorge Sampaoli. 

TRIBUN-BALI.COM - Timnas Argentina benar-benar dalam masalah besar di gelaran Piala Dunia Rusia 2018 ini. Selain terpuruk akibat kekalahan, skuat Argentina saat ini tengah diterpa isu perpecahan.

Lionel Messi dkk dikabarkan kehilangan kepercayaan kepada pelatih Jorge Sampaoli. Alasannya, pemilihan starting XI Sampaoli membuat performa Argentina merosot dalam dua partai pertama.

Kabarnya seluruh pemain senior Argentina beramai-ramai menyampaikan ketidakpercayaan mereka terhadap sang pelatih kepada Claudio Tapia. Skuat Argentina disebut-sebut menginginkan gelandang Argentina yang sukses meraih trofi Piala Dunia 1986 sekaligus General Manager Argentina, Jorge Barruchaga, untuk menggantikan Sampaoli.

Legenda Argentina Diego Maradona menyatakan siap membantu timnasnya yang nyaris pulang dari Piala Dunia 2018.

Baca: 8 Negara Dipastikan Tersingkir dari Piala Dunia 2018, Mungkin Satu di Antaranya Dukungan Semeton

Baca: Jelang 16 Besar Piala Dunia 2018 - Menanti Drama Spanyol, Portugal, dan Kejutan dari Iran di Grup B

Setelah kalah 0-3 dari Kroasia, tim yang telah dua kali juara Piala Dunia tersebut kini wajib menang atas Nigeria dalam laga terakhir jika ingin mendapatkan kesempatan melaju ke babak 16 besar.

Argentina sejauh ini baru mampu mengoleksi 1 poin setelah ditahan imbang Islandia pada pertandingan perdana.Maradona, yang menjadi bagian skuat Argentina ketika memenangi Piala Dunia 1986, mengaku siap membantu timnas bangkit dengan mengadakan pertemuan bersama Lionel Messi dkk dan sang pelatih, Jorge Sampaoli.

Maradona juga berencana membawa beberapa rekannya di timnas dalam pertemuan penting ini. "Saya sangat marah dan kesal," tegas Maradona, sebagaimana dilansir Bolasport.com dari BBC, Senin (25/6/2018).

"Karena siapa pun yang pernah mengenakan seragam itu tidak bisa melihatnya diinjak-injak begitu saja oleh Kroasia, tim yang bukan Jerman, bukan Brasil, bukan Belanda, atau Spanyol," imbuh Maradona.

Maradona juga menyalahkan Presiden Federasi Sepak Bola Argentina Claudio Tapia karena kurang memiliki otoritas dan kontrol terhadap Sampaoli. (*)

Editor: Rizki Laelani
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved