Tak Disangka Wayan Caka Lakukan Hal Tak Terpuji Ini Berkali-kali pada Ida Pandita Mpu Istri Sandi

Aksi tak terpuji ini melibatkan seorang mahasiswa asal Kabupaten Gianyar, I Wayan Caka Pramana

Tak Disangka Wayan Caka Lakukan Hal Tak Terpuji Ini Berkali-kali pada Ida Pandita Mpu Istri Sandi
Tribun Bali/I Gede Jakasanthosa
Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Yusak Agustinus Sooai (kiri foto) tengah menunjukkan 4 buah cincin emas yang dicuri oleh pelaku di rumah ibu angkatnya sendiri, Senin (25/6/2018) 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA- Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) kembali terjadi di Kabupaten Jembrana.

Kali ini melibatkan seorang mahasiswa asal Kabupaten Gianyar, I Wayan Caka Pramana (27).

Mahasiswa ini tega mencuri sejumlah perhiasan emas milik ibu angkatnya di Banjar Dauh Pasar, Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo hingga akhirnya diciduk Polres Jembrana, Senin (18/6/2018) lalu.

Baca: Miris, Ayah dan Ibu Tewas Tertembak di Hadapan Bayi Ini, Usia Bayi Baru 6 Minggu

Baca: Usai Akui Hamil di Luar Nikah, Selebriti Cantik Ini Kembali Bawa Kabar Mengejutkan

Informasi di Mapolres Jembrana menyebutkan, aksi pencurian ini menimpa Ida Pandita Mpu Istri Sandi Adnyana Satwika Sunu (45).

Pelaku melancarkan aksinya sebanyak dua kali yakni pada Jumat (11/5/2018) sekitar pukul 17.00 WITA dan Senin (14/5/2018) sekitar pukul 20.00 WITA.

Pelaku yang beralamat di Banjar Sengguan Kawan, Desa Gianyar, Kecamatan Gianyar ini masuk ke dalam rumah korban dengan cara membuka jendela kamar dan memanjatnya.

Pada aksinya yang pertama, pelaku mengambil 1 buah cincin emas dengan permata berwarna merah dan 1 buah cincin emas dengan variasi permata kecil pada pinggirnya.

Sedangkan pada aksi kedua, pelaku kembali berhasil menggasak 1 buah cincin emas dengan permata berwarna hitam serta 1 buah perhiasan emas dengan permata berwarna hijau.

Baca: Piton Sebenarnya Bukan Pemangsa Manusia, Inilah Dugaan Kuat Penyebab Wa Tiba Ditelan Piton

Baca: Salah Pesan Taksi Online, Wanita Ini Diperkosa dan Dibunuh, Rekaman CCTV Ungkap Fakta Ini

Semua cincin emas tersebut kemudian dijual pelaku di Pasar Umum Negara.

Untuk cincin emas dengan permata merah dijual kepada Anwar Almas Kati seharga Rp 850 ribu.

Halaman
12
Penulis: I Gede Jaka Santhosa
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help