Ayu Wulan Ingin Banggakan Denpasar Lewat Mangupura Archery Cup 2018

Latihan dilakukan untuk persiapan menghadapi Mangupura Archery Cup 2018, yang akan digelar tanggal 5-8 Juli 2018.

Ayu Wulan Ingin Banggakan Denpasar Lewat Mangupura Archery Cup 2018
Tribun Bali/Putu Dewi Adi Damayanthi
I Gusti Agung Ayu Wulan Permana Dewi saat melakukan latihan di Lapangan Kompyang Sujana, Denpasar, Bali, Senin (25/6/2018). 

TRIBUN-BALI.COM,DENPASAR - Atlet Panahan Denpasar, I Gusti Agung Ayu Wulan Permana Dewi (16) mengungkapkan sumber semangatnya mengikuti Mangupura Archery Cup 2018, 5-8 Juli 2018.

Beberapa atlet panahan Denpasar yang tergabung dalam Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Denpasar melakukan latihan di Lapangan Kompyang Sujana, Denpasar, Bali, Senin (25/6/2018).

Latihan dilakukan untuk persiapan menghadapi Mangupura Archery Cup 2018, yang akan digelar tanggal 5-8 Juli 2018.

Para atlet tampak semangat melakukan latihan sore hari ini, mereka pun terlihat fokus saat membidik bantalan target yang ada didepan mereka.

Satu di antara atlet panahan tersebut ialah Ayu Wulan Permana Dewi.

Ayu yang ditemui Tribun Bali di sela-sela istirahat latihannya mengatakan semangatnya untuk mengikuti Mangupura Archery Cup 2018 berasal dari keluarganya.

“Semangatnya berasal dari keluarga, keluarga itu ngasih saya motivasi, biar nyumbangin juara ke Denpasarnya, biar gak malu-maluin nama Denpasar, biar bisa membanggakan nama Denpasar dan keluarga,“ ucapnya.

Gadis yang berasal dari Denpasar ini pun memiliki targetnya tersendiri di pertandingan panahan tersebut.

“Target ada, biar bisa dapat medali saja tapi gak tahu dapat medali apa, biar beregunya dapat  juara satu, biar Denpasar itu jadi juara umumlah di sana,” ucapnya.

Ia pun menambahkan ingin memperbaiki skor panahannya di recurve perorangan putri yang sempat turun di Porjar Provinsi Bali.

Rencananya di Mangupura Archery Cup 2018 Ayu akan turun di katagori Recurve perorangan putri dan beregu.

Gadis berkulit sawo matang ini mengaku menjelang pertandingan, ia tidak memiliki perasaan tertekan namun ia merasakan gugup karena takut tembakannya menjadi jelek saat latihan ataupun pertandingan.

“Tertekan sih enggak, kalau gugup ada banget, gugup nanti kalau pas latihan tembakannya jelek, pas lomba juga kalau tembakannya jelek gugup dah, deg degan gitu, itu paling gak bisa diberhentiin kalau pas lomba,” ucap siswi SMAN 8 Denpasar ini

Walau mengaku gugup namun ia memiliki caranya tersendiri untuk mengatasinya saat pertandingan terjadi seperti fokus pada target dan melakukan apa yang disuruh oleh pelatihnya. (*)

Penulis: Putu Dewi Adi Damayanthi
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved