Piala Dunia 2018

Ini Bukti Teknologi VAR Untungkan Raja-raja Penendang Penalti

Menurut pria berusia 49 tahun ini hanya tinggal menunggu waktu saja VAR diterapkan di liga-liga besar dunia, dan dampak yang sama

Ini Bukti Teknologi VAR Untungkan Raja-raja Penendang Penalti
uefa.com
Cristiano Ronaldo saat eksekusi penalti 

TRIBUN-BALI.COM - Penerapan VAR rupanya membuat tim-tim yang berlaga di Piala Dunia lebih mudah mendapatkan hadiah penalti dari wasit.

Sejauh ini, sudah ada 19 penalti yang diberikan dalam turnamen ini dalam 28 laga.6 diantaranya diberikan karena perubahan keputusan setelah melihat monitor VAR.

Padahal rekor penalti sebelumnya adalah 18 penalti sepanjang pelaksanaan Piala Dunia.

Menurut eks pemain timnas Inggris dan Southampton, Matt Le Tissier yang sukses mencetak 48 dari 49 penalti sepanjang kariernya, keberadaan VAR akan menguntungkan raja-raja penalti.

Menurut pria berusia 49 tahun ini hanya tinggal menunggu waktu saja VAR diterapkan di liga-liga besar dunia, dan dampak yang sama (kenaikan jumlah pemberian penalti) akan ditemui dalam laga-laga tersebut.

Baca: Teknologi VAR Ternyata Untungkan Cristiano Ronaldo Saat Portugal Ditahan Imbang Iran

Le Tessier juga mengatakan bahwa tak akan lama sebelum klub-klub rela membayar harga selangit demi pemain-pemain yang terkenal andal dalam mencetak gol melalui tendangan penalti.

"Sebelumnya, wasit sering kali tak cukup berani untuk membuat keputusan besar yang bisa mengubah jalannya laga. Mereka ingin pelanggaran tersebut sangat jelas dan saklek bernilai penalti sebelum mereka memutuskan," ucapnya sebagaimana dilansir Bolasport.com dari The Guardian.

Namun dengan adanya teknologi yang memungkinkan mereka melihat pelanggaran dalam gerak lambat dari berbagai sudut, wasit akan lebih mudah dalam membuat keputusan.

Hal ini jelas menjadi keuntungan raja-raja penalti, termasuk Cristiano Ronaldo yang terkenal andal dam membuat gol dari tendangan bebas dan tendangan penalti. Apalagi Ronaldo saat ini menjadi pemegang rekor gol penalti terbanyak di sepanjang sejarah La Liga. (*)

Editor: Rizki Laelani
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved