Liputan Khusus

Hati-hati Beli Obat Keras di Online, Begini Dampak Akibatnya

fenomena penjualan obat keras lewat online harus diwaspadai agar tidak jatuh korban dalam jual-beli obat keras

Hati-hati Beli Obat Keras di Online, Begini Dampak Akibatnya
Istimewa/net
Ilustrasi obat keras 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Denpasar, Luh Putu Sri Armini mengatakan, fenomena penjualan obat keras lewat online harus diwaspadai agar tidak jatuh korban dalam jual-beli obat keras, yang bisa berdampak fatal.

Ia meminta masyarakat tidak melakukan pembelian obat lewat online.

Hal itu diungkapkan Sri Armini saat dimintai tanggapan atas dijual bebasnya obat penggugur kandungan (aborsi) secara bebas via online dan media sosial (medsos).

"Hati-hati jangan langsung percaya situs online yang menjualbelikan obat keras. Juga harus dicek apakah produknya ada izin dari BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) atau tidak. Kita harus jadi konsumen cerdas, karena sekarang ini kan semua online," kata Luh Putu Sri Armini kepada Tribun Bali beberapa waktu lalu.

Dinas Kesehatan Denpasar menghimbau masyarakat agar tidak membeli obat dari situs online yang tidak jelas.

"Jangan mudah percaya iklan obat yang diperjualbelikan di online,” tandas Sri Armini.

"Kita memberikan penyuluhan dan edukasi kepada remaja di sekolah dan kampus tentang hal ini. Agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan," katanya. 

Baca: Renggut Korban Tewas Siswi SMK di Buleleng, Obat Aborsi Dijual Bebas Secara Online di Bali

Baca: Miris! Praktik Aborsi Secara Sembunyi Marak di Denpasar, Diiklankan Via Website dan Media Sosial
 

Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Denpasar juga terus memantau peredaran obat yang digunakan untuk penggugur kandungan atau aborsi di seluruh apotek di Bali.

Halaman
12
Penulis: Fauzan Al Jundi
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved