Home »

Bali

Gunung Agung Terkini

Dalam 6 Jam, Gunung Agung Alami Gempa Hembusan Hingga 30 Kali

Gunung Agung terus mengalami peningkatan aktivitas vulkanik pada Kamis (28/7/2018)

Dalam 6 Jam, Gunung Agung Alami Gempa Hembusan Hingga 30 Kali
Istimewa
Gunung Agung terus mengalami peningkatan aktivitas vulkanik, Kamis (28/7/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA- Gunung Agung terus mengalami peningkatan aktivitas vulkanik pada Kamis (28/7/2018).

Hal ini ditandai dengan terekamnya gempa hembusan sebanyak tiga puluh kali, pada periode pengamatan pukul 06.00 Wita sampai 12.00 Wita.

"Kami mengimbau kepada semua pihak agar tetap menjaga kesiapsiagaan terhadap aktivitas Gunungapi Agung karena saat ini aktivitasnya masih Level 3 (Siaga) dan masih berpotensi untuk erupsi," ujar Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pemantauan Gunung api Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil Syahbana, Kamis (28/7/2018).

Baca: BREAKING NEWS: Gunung Agung Alami Erupsi, Kolom Abu Capai 2.000 Meter

Pihaknya menjelaskan, dari pemantauan PVMBG, Gunung Agung sedang mengalami peningkatan intensitas aktivitas baik secara kegempaan maupun secara visual.

Hembusan abu teramati terus menerus dengan ketinggian mencapai 1500 meter di atas puncak, dengan angin mengarah ke barat.

"Karena ini, kami mohon agar tidak ada aktivitas masyarakat atau wisatawan di dalam radius 4 km untuk mengantisipasi potensi bahaya erupsi. Masyarakat agar senantiasa menyiapkan masker untuk melindungi dari potensi bahaya abu," jelasnya

Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Agung ini telah teramati sejak 13 Mei 2018, dan berlanjut hingga saat ini.

Peningkatan ini menandakan adanya akumulasi tekanan akibat pergerakan magma menuju ke permukaan.

"Ini diindikasikan oleh terekamnya deformasi dengan pola inflasi sejak 13 Mei 2018 lalu. Namun demikian, intensitas aktivitas saat ini masih di bawah aktivitas eruptif November 2017 lalu," jelas Devy

Dalam seminggu terakhir, pihaknya juga merekam kegempaan di sisi utara Gunung Agung yang mengindikasikan adanya suplai magma dari kedalaman.

Dalam 2 hari terakhir, gempa tremor harmonik juga makin sering terekam.

"Ini mengindikasikan bahwa aktivitas sudah semakin dangkal dan akhirnya malam kemarin mengalami erupsi," jelas Devy. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help