Hari Ini Jenazah Kadek Pariani Dikirim dari Turki, Terungkap Penyakit yang Dideritanya

Jenazah terapis spa yang bekerja di Turki, Kadek Pariani (33) akhirnya dapat dipulangkan ke tanah air.

Hari Ini Jenazah Kadek Pariani Dikirim dari Turki, Terungkap Penyakit yang Dideritanya
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Made Srigati menunjukkan foto almarhum Kadek Pariani (tengah) semasa hidup, pada Selasa (26/6). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Jenazah terapis spa yang bekerja di Turki, Kadek Pariani (33) akhirnya dapat dipulangkan ke tanah air.

Kabar ini disampaikan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Buleleng, Made Dwi Priyanti Koriawan, Kamis (28/6).

Baca: Pengiriman Jenazah Kadek Pariani ke Bali Terkendala Erupsi Gunung Agung

Kata Koriawan, jenazah perempaun asal Dusun Alassari, Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng itu akan dipulangkan ke Bali hari ini atau Jumat (28/6).

Biayanya, ditanggung sepenuhnya oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang ada di Turki.

Berdasarkan informasi dari pihak KBRI, jenazah akan diberangkatkan dengan menggunakan pesawat dan akan mendarat terlebih dahulu di Bandara Internasional Soerkarno Hatta.

Made Srigati menunjukkan foto almarhum Kadek Pariani (tengah) semasa hidup, pada Selasa (26/6).
Made Srigati menunjukkan foto almarhum Kadek Pariani (tengah) semasa hidup, pada Selasa (26/6). (Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani)

Di sana, jenazahnya akan diserahterimakan kepada Kementerian Luar Negeri RI dan BalaiPelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI).

Seusai serah terima, jenazah kemudian langsung dikirim melalui penerbangan domestik dengan pesawat Lion Air JT38 Eta ke Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar.

Diperkirakan, jenazah ibu satu anak ini akan tiba di Buleleng siang ini.

"Jenazah diserahterimakan dulu kepada kementerian dan BP3TKI, kemudian BP3TKi baru menyerahkan ke kita (Disnaker Buleleng,red). Pengiriman jenazah dari Jakarta ke Denpasar itu diperkirakan sekitar pukul 08.00 wita, dan sampai di Buleleng mungkin siang hari," ujarnya.

Biaya pengiriman jenazah ini ditanggung sepenuhnya oleh pihak KBRI. Ihwal status Kadek Pariani apakah sebagai tenaga kerja legal atau ilegal dikatakan Koriawan hanya dapat dijelaskan oleh pihak BP3TKI.

"Untuk statusnya legal atau ilegal ditanyakan besok saja dengan pihak BP3TKI saat mengantarkan jenazah ke rumah duka. Sebutannya sekarang juga bukan TKI melainkan Calon Pekerja Migran Indonesia, sesuai dengan Undang-undang baru," jelasnya.

Pariani meninggal di Turki karena terserang penyakit meningitis dan infeksi pada paru-paru. Ia mengembuskan napas terakhirnya di sebuah satu rumah sakit di Turki setelah koma selama 12 hari lamanya.

Kabar meninggalnya sang anak diketahui oleh orangtuanya pada Minggu (24/6) sekitar pukul 17.00 Wita. (rtu)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help