Tradisi Parade Barong Ngelawang dan Promosi Tirta Taman Pecampuhan

Parade yang baru digelar kali pertama ini, hanya diikuti oleh empat orang peserta, yang seluruhnya merupakan krama Banjar Adat setempat.

Tradisi Parade Barong Ngelawang dan Promosi Tirta Taman Pecampuhan
tribun bali/muhammad fredey mercury
RAMAI - Suasana parade barong ngelawang di Pura Taman Pecampuhan, Desa Pakraman Sala, Desa Abuan, Susut, Minggu (1/7/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Seperti biasanya, suasana Pura Taman Pecampuhan Desa Pakraman Sala, Desa Abuan, Susut, memang selalu dipadati pemedek yang hendak melukat.

Namun berbeda di hari Minggu (1/7/2018), keramaian di tempat ini, justru didominasi oleh anak-anak hingga remaja.

Parade Barong Ngelawang yang bertempat di Jaba Tengah Pura Taman Pecampuhan, sukses menyedot perhatian masyarakat setempat.

Baca: LIVE STREAMING Timnas U-19 Indonesia vs Laos Piala AFF U-19 2018 - Menanti Kemenangan Perdana

Baca: Ini Link Live Streaming MotoGP Belanda 2018 dan Jadwal Tayang di Trans7 - Menanti Kejutan The Doctor

Tampak sejumlah anak-anak hingga remaja, mengabadikan atraksi barong menggunakan telepon selularnya, sejak dimulainya parade pukul 10.00 wita.

Parade yang baru digelar kali pertama ini, hanya diikuti oleh empat orang peserta, yang seluruhnya merupakan krama Banjar Adat setempat.

Dijelaskan Bendesa Adat Desa Pakraman Sala, I Ketut Kayana, Barong Ngelawang tidak lain merupakan tradisi yang ada di wilayah setempat.

“Disamping itu juga untuk melestarikan adat dan budaya warisan leluhur yang ada di Bali, utamanya di Sala ini, sekaligus sebagai ajang promosi Tirta Taman Pecampuhan, Desa Pakraman Sala,” jelasnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help