Bamsoet Laporkan Bule Amerika ke Polres Klungkung Atas Dugaan Aniaya Kalkun dan Ganggu Ketertiban

Tak hanya itu, warga AS tersebut disebut mengganggu ketertiban umum dengan menggunakan sinar laser hijau

Bamsoet Laporkan Bule Amerika ke Polres Klungkung Atas Dugaan Aniaya Kalkun dan Ganggu Ketertiban
tribunnews
Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) 

TRIBUN BALI.COM, DENPASAR - Penyidik Polres Klungkung saat ini menangani dugaan penganiyaan seekor burung kalkun dan tudingan menggangu ketertiban umun yang dilakukan seorang warga asing asal Amerika Serikat.

Sementara pelapor atas tudingan tersebut adalah Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo atau yang akrab dipanggil Bamsoet.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Hengky Widjaja mengatakan, Penyidik Satuan Reskrim Polres Klungkung sudah menindaklanjuti laporan yang dibuat Bamsoet.

Hengky mengatakan, dari laporan yang dibuat, kalkun peliharaan Bamsoet dianiaya sehingga mengalami luka-luka dan berjalan pincang.

Baca: Pesta Gol ke Gawang Singapura, Timnas U-19 Indonesia Rebut Posisi Puncak Lagi

Baca: Bagaimana Gelaran IMF dan Kondisi Gunung Agung Saat ini? Syahbana: Kita yang Ikuti Ritme Gunung

Tak hanya itu, warga AS tersebut disebut mengganggu ketertiban umum dengan menggunakan sinar laser hijau dan membunyikan suara frekwensi tinggi sehingga mengganggu kenyamanan warga setempat pada Rabu (27/6/2018) malam yang lalu.

“Penangangan kasus tersebut diawali dengan melaksanakan penyelidikan sebelum ditingkatkan ke ranah penyidikan,” tegasnya Selasa (3/7/2018).

Kombes Hengky menerangkan untuk kasus dugaan penganiayaan terhadap burung kalkun milik korban, masih dalam dalam proses penyidikan untuk melengkapi berkas perkara.

Pihaknya juga sudah melakukan visum dan administrasi penyidikan sedang dilengkapi maupun pemanggilan terhadap saksi-saksi dan penyitaan barang bukti.

Penyedilidkan pun dilakukan terkait laporan soal menggangu ketertiban umum. "Penyidik sudah menyita speaker dan laser milik Keven Rusel Stapon. Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi untuk proses penyidikan lebih lanjut,” terangnya. (*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Rizki Laelani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help