Gunung Agung Terkini

Warga Abang Batudinding Melaporkan Sempat Rasakan Hujan Pasir Sekitar 5 Detik

Erupsi Gunung Agung pada Senin (2/7/2018) pukul 21.04 wita juga dirasakan hingga wilayah Kabupaten Bangli, Bali.

Warga Abang Batudinding Melaporkan Sempat Rasakan Hujan Pasir Sekitar 5 Detik
Istimewa/BNPB
Gunung Agung mengalami erupsi strombolian dengan suara dentuman dan disertai lontaran lava dan batu pijar, Senin (2/7) malam. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Erupsi Gunung Agung pada Senin (2/7/2018) pukul 21.04 wita juga dirasakan hingga wilayah Kabupaten Bangli, Bali.

Salah satunya di Desa Abang Batudinding, Kintamani.

Warga setempat sempat merasakan hujan pasir selama lima detik.

Seperti diungkapkan Perbekel Desa Abang Batudinding, Kintamani, I Made Diksa, melalui saluran telepon, dia mengatakan jika hingga kini kondisi wilayah sekitar masih dalam keadaan aman.

Namun demikian, pihaknya menerima laporan sempat terjadi hujan pasir di tiga banjar setempat.

"Sempat ada laporan hujan pasir di Banjar Peselatan, Beluhu, Klatkat. Tapi intensitasnya ringan dan hanya berlangsung sekitar lima detik," ujarnya.

Ia menambahkan, meskipun terjadi hujan pasir, hingga kini di wilayah Desa Abang Batudinding belum dirasakan paparan abu vulkanik.

Terkait pergeseran warga setempat, Made Diksa menuturkan masih menunggu imbauan dari BPBD, serta persetujuan Camat untuk mengungsi.

"Tiang (saya) tetap mengimbau masyarakat agar bersabar dulu, serta tidak resah dan panik. Karena tiang juga terus memantau dan berkoordinasi langsung dengan tim pemantauan gunung agung," tandasnya.

Di tempat lain, Camat Tembuku, Dewa Agung Putu Purnama mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan pemantauan di sekitaran wilayah Tembuku, dan belum ada terpapar abu vulkanik.

Namun demikian, pihaknya bersama warga sayup-sayup mendengar suara mirip mesin pesawat terbang dari arah Gunung Agung.

"Saat ini kami sedang di wilayah Banjar Dinas Kebon Kangin, Desa Peninjoan, Tembuku. Dari jarak kurang lebih 13 hingga 15 kilo ini terdengar suara mirip mesin pesawat. Namun hanya sayup-sayup. Kadang terdengar jelas, kadang hilang. Ini juga banyak warga disini," ucapnya.

Mengenai kondisi lalu lintas di perbatasan Desa Bangbang, Tembuku - Nongan, Karangasem, Agung Purnama mengaku belum ada pergerakan warga mengungsi.

Begitupun dengan perbatasan Banjar Dinas Kebon Kangin, Desa Peninjoan, Tembuku dengan Banjar Kubakal, Desa Pempatan, Rendang, Karangasem.

"Imbauan dari posko Karangasem agar masyarakat mengungsi di wilayah Karangasem dulu. Agar lebib mudah dalam koordinasi. Jadi belum dianjurkan untuk keluar. Jika nanti dirasakan agak keras, mereka pasti bergeser ke wilayah Bangli. Biasanya warga Banjar Kubakal, Banjar Keladian, kalau sudah pasti bergeser, dan melewati wilayah (Banjar) Kebon Kangin," ujarnya.(*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved