Gunung Agung Terkini

Alami Dua Kali Erupsi Pagi Tadi, Begini Analisis PVMBG Terhadap Kondisi Gunung Agung Terkini

Gunung Agung kembali mengalami erupsi eksplosif strombolian pada Rabu (4/7/2018) pukul 03.25 Wita dini hari.

Alami Dua Kali Erupsi Pagi Tadi, Begini Analisis PVMBG Terhadap Kondisi Gunung Agung Terkini
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Gunung Agung kembali mengalami erupsi pada Selasa (3/7) pukul 09.46 Wita dengan ketinggian kolom abu 500-2000 meter di atas puncak. Tampak letusan Gunung Agung saat diambil dari Amed, Karangasem. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Gunung Agung kembali mengalami erupsi eksplosif strombolian pada Rabu (4/7/2018) pukul 03.25 Wita dini hari.

Berselang satu setengah jam, Gunung Agung kembali alami erupsi abu dengan ketinggian kolom sekitar 1000-2000 m dari puncak kawah.

Masih terjadinya erupsi, hembusan dan gempa vulkanik mengindikasikan sampai saat ini aktivitas Gunung Agung masih relatif tinggi. Namun demikian, Gunung Agung ternyata alami tren penurunan tekanan.

"Hasil pengamatan devormasi yang kami lakukan, bahwa sejak 28 Juni sampai hari ini erupsi-erupsi yang terjadi mengindikasikan penurunan tekanan," kata Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pengamatan Gunung Api Wilayah Timur, PVMBG, Devy Kamil Syahbana di Pos Pengamatan Gunung Api Agung, Desa Rendang, Karangasem.

Erupsi Strombolian yang terjadi pada dini hari tadi jangkauan lontarannya hanya berjarak 1 km , artinya lebih kecil ketimbang yang terjadi pada 2 Juli kemarin yang jaraknya sampai 2 km.

Hasil pengamatan citra satelit, PVMBG masih merekam adanya citra panas di puncak Gunung Agung. Hal ini mengindikasikan bahwa masih ada material panas di kawah Gunung Agung.

Dengan adanya citra panas, ini berarti tidak ada sumbatan lava yang bisa menghambat pengeluaran tekanan di Gunung Agung.

Hal ini menurut PVMBG mengindikasikan dalam waktu dekat kecil kemungkinan terjadinya erupsi besar.

"Memang laju aliran lava ke permukaan ini melambat, tapi kita masih bisa merekam citra panas ini. Sehingga kemungkinan terjadi eksplosif yang lebih besar akibat penyumbatan lava atau pengerasan ini relatif lebih kecil karena masih ada citra panas," jelas Devy.

PVMBG memprediksi kemungkinan erupsi yang akan terjadi di Gunung Agung adalah berupa lontaran lava pijar dengan temperatur percikan 1000 derajat celcius dengan jarak maksimal 4 km dari puncak.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved