Pesta Kesenian Bali

Produk Sarana Persembahyangan Ramai Dicari Pengunjung di Stan Dekranasda Provinsi Bali

Beberapa produk yang dihadirkan, yakni kerajinan perak dan kuningan seperti bokor, sangku, dan tempat tirta.

Produk Sarana Persembahyangan Ramai Dicari Pengunjung di Stan Dekranasda Provinsi Bali
Tribun Bali/Karsiani Putri
Perajin perak dan kuningan, Kadek Wisana menunjukkan bokor dengan harga Rp 190 ribu pada Rabu (4/7/2018) di Art Center, Denpasar, Bali 

Laporan wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUNBALI.COM, DENPASAR - Dalam pegelaran Pesta Kesenian Bali ke-40, Dekranasda Provinsi Bali menampilkan berbagai produk sarana untuk persembahyangan.

Beberapa produk yang dihadirkan, yakni kerajinan perak dan kuningan seperti bokor, sangku, dan tempat tirta.

Ada juga perhiasan seperti anting dan bros, dan juga produk kain tenun dan endek.

Perajin perak dan dan kuningan, Kadek Wisana menuturkan bahwa hari Sabtu dan Minggu menjadi hari teramai kunjungan.

"Paling ramai pernah terjual sebanyak 40 biji dalam seharinya dan itu untuk semua produk. Seperti bokor, sangku, saab. Kalau di hari biasa hanya laku 20 biji," ucap Kadek Wisana.

Harga bokor yang ditawarkan, yakni mulai dari Rp 30 ribu sampai dengan Rp 300 ribu.

Sedangkan produk lainnya, seperti sangku dijual dengan harga Rp 75 ribu sampai dengan Rp 110 ribu.

Tidak hanya kerajinan perak dan kuningan, di stand ini juga turut ditampilkan perhiasan seperti anting mulai dari harga Rp 50 ribu sampai dengan Rp 300 ribu dan juga bros yang dijual mulai dari Rp 250 ribu hingga Rp 2 juta.

Perajin perhiasan sekaligus penjaga stan, Putu Wisnu menuturkan bahwa penjualan anting ketika ramai kunjingan, yakni terjual sampai 50 pasang.

"Kalau bros bisa pernah laku sampai 30 set di satu hari itu. Di hari-hari biasa seperti ini biasanya hanya laku lima set bros dan 20 pasang anting," ungkapnya ketika ditemui Tribin Bali pada Rabu (4/7/2018) di Art Center, Denpasar, Bali.

Ia juga menuturkan bahwa di stan Dekranasda Provinsi Bali ini juga menjual kain tenun gringsing, untuk single ikat dijual dengan harga Rp 700 ribu sampai Rp 38 juta.

Ada juga kain endek yang harganya mulai dari Rp 200 ribu sampai Rp 700 ribu.

"Biasanya kain tenun gringsing banyak diburu dan dibeli para kolektor," ungkapnya. (*)

Penulis: Karsiani Putri
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help