SMA Negeri 6 Denpasar Digembok Warga, Kepsek : Banyak Masyarakat Belum Paham

Bahkan tak hanya menggembok saja, mereka juga memarkir mobil mereka melintang di depan pintu gerbang.

SMA Negeri 6 Denpasar Digembok Warga, Kepsek : Banyak Masyarakat Belum Paham
Tribun Bali / Putu Supartika
SMA Negeri 6 Denpasar digembok warga 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Kamis (5/7/2018) sekitar pukul 09.26 Wita, gerbang SMA Negeri 6 Denpasar digembok oleh beberapa warga yang mengaku dari Sanur Kaja.

Bahkan tak hanya menggembok saja, mereka juga memarkir mobil mereka melintang di depan pintu gerbang.

Hal ini mereka lakukan dikarenakan anak mereka tidak diterima bersekolah di sana padahal jarak dari rumah ke sekolahnya sangat dekat.

Terkait hal itu, Kepala SMA Negeri 6 Denpasar, I Nyoman Muditha pun angkat bicara.

Baca: Breaking News : SMA Negeri 6 Denpasar Digembok Warga

"Kita tidak menyalahkan masyarakat karena mereka kurang paham dengan sistem yang baru dan beda dengan tahun lalu. Kita juga belum banyak bisa sosialisasi," kata Muditha.

Muditha mengatakan ada masyarakat yang mengartikan zonasi itu lingkungannya sendiri sementara zonasi yang dimaksud ini adalah diberikan pemetaan terhadap siswa-siswa yang akan bersekolah di suatu sekolah agar tidak jauh dari lingkungannya. 

Untuk SMA Negeri 6 Denpasar sendiri zona satunya meliputi Denpasar Selatan dan Denpasar Timur.

"Tapi masyarakat belum mengerti dan kurang jelas apalagi bagi yang tidak dapat. Zonasi 1 yang bisa masuk di SMA 6 adalah Dentim dan Densel saja. Sedangkan Denut dan Denbar itu zona 2. Apabika zona satu tidak terpenuhi kuotanya baru yang zona 2 bisa masuk," imbuhnya.

Tapi di sini zona 1 saja sudah melebihi kuota yang ada, sehingga banyak yang tidak diterima.

Muditha mengatakan sistem penerimaannya ada 4 jalur yang dimulai dari jalur khusus yang sudah berjalan, jalur kurang mampu minimal 20 persen dan bisa menerima sebanyak-banyaknya asalkan masuk kategori miskin.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help