Sosok Ini Tantang Prabowo Ungkap Data Tudingan Mark-up LRT Atau Lakukan Hal Ini dengan Jantan

Dedek Prayudi mengaku jika dirinya tidak bermaksud mengajari Prabowo. Menurutnya, dibutuhkan kemampuan dan data untuk mengalisa permasalahan

TRIBUN-BALI.COM- Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi menantang Prabowo memberikan klarifikasi atas pernyataannya terkait mark-up (penggelembungan dana) proyek light rail transit (LRT) jika tidak ingin disebut sebagai penyebar hoaks.

Hal tersebut disampaikan Dedek Prayudi melalui akun Twitter @Uki23 yang diunggah pada Rabu (4/7/2018).

Dedek Prayudi menantang Prabowo mengeluarkan data soal tudingan mark-up LRT atau meminta maaf secara jantan jika keliru.

Baca: Bayi 5 Bulan Ditemukan Tak Bernyawa dalam Kulkas, Meninggal Bukan Karena Kedinginan Tapi Karena ini

Baca: Jasad Seorang Wanita Ditemukan Dalam Kondisi Mengenaskan, Diduga Dimutilasi Putrinya

Lebih lanjut, Dedek Prayudi mengaku jika dirinya tidak bermaksud mengajari Prabowo.

Menurutnya, dibutuhkan kemampuan dan data untuk mengalisa permasalahan pembangunan.

"Ketumnya teriak2 mark up LRT, kadernya, si eks napi korupsi ingin kembali ke parlemen.

Di perusahaan/institusi kredibel, staff yang terbukti korupsi di pecat lalu blacklist. DPR harus begitu juga!" tulis @Uki23.

"Pak Prabowo, kalau tidak ingin disebut tukang sebar hoax, harus segera klarifikasi pernyataannya, keluakan data yang ia punya.

Kalau memang keliru, harus secara jantan meminta maaf. #seadaadanya," lanjutnya.

"Saya tidak bermaksud mengajari, tapi dalam demokrasi yang maju, konsep check and balance bukan berarti pemerintah bekerja dan oposisi menyinyiri.

Halaman
123
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved