Pemerintah Indonesia Kerjasama dengan Bank Dunia Menanggulangi Masalah Sampah

Pemerintah Indonesia memprioritaskan peduli lingkungan terutama sampah plastik

Pemerintah Indonesia Kerjasama dengan Bank Dunia Menanggulangi Masalah Sampah
Tribun Bali/Rino Gale
Suasana diskusi Pemerintah Indonesia yakni Menko Kemaritiman, Menteri Keuangan, Menteri PU dan Perumahan Rakyat, dan Menteri Desa, bersama Presiden World Bank terkait masalah peduli lingkungan, khususnya sampah plastik yang bertempat di Lokasi Hutan Mangrove KLHK, Jalan Bypass Ngurah Rai KM 21, Suwung Kauh, Denpasar pada Jumat (6/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pemerintah Indonesia memprioritaskan peduli lingkungan terutama sampah plastik.

Seperti yang dikatakan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan setelah diskusi bersama di lokasi Hutan Mangrove KLHK, Jalan Bypass Ngurah Rai KM 21, Suwung Kauh, Denpasar, Jumat (6/7/2018).

Diskusi terkait sampah plastik dihadiri Presiden World Bank Jim Yong Kim dan menteri terkait yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basoeki Hadimoeljono, dan Menteri Desa Eko Putro Sandjojo, serta beberapa anak muda peduli lingkungan.

Luhut menjelaskan, pemerintah Indonesia melihat bahwa penanganan sampah ini berkaitan erat pada kesehatan, dan kualitas sumber daya manusia pada beberapa tahun bahkan puluhan tahun kedepan.

Menanggapi hal ini, Presiden Jokowi memerintahkan untuk memberikan perhatian serius.

Tidak hanya bicara soal infrastruktur atau ekonomi saja, tapi dikaitkan dengan bagaimana penanganan sampah plastik.

"Masalah ini sudah menjadi masalah gawat di dunia, Indonesia memprioritaskan itu," ujar Luhut.

Maka dari itu World Bank hadir bersama pemerintah Indonesia, bekerjasama untuk menanggulanginya.

Tujuannya agar Manajemen World Bank ikut serta mengawasi program yang dibuat oleh pemerintah Indonesia terkait lingkungan.

World Bank mempunyai program pro peduli lingkungan yang sudah ada sejak jaman Menteri Keuangan Sri Mulyani membantu Presiden Kim di Bank Dunia.

Tambahnya, Menteri Kuangan Sri Mulayani berkomitmen, bagi semua kabupaten di seluruh Indonesia yang tidak melaksanakan standar-standar kebersihan terhadap lingkungan, akan dievaluasi terkait pendanaan.

"Ini dibutuhkan kerjasama semuanya, dari masyarakat terkecil, pejabat rendah, pejabat tinggi, dan TNI/Polri. Semua harus bekerjasama, karena tanpa itu tidak bisa," ungkapnya.(*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved