Gunung Agung Terkini

Ketut Ardikap dan Nyoman Manek Butuh Terpal untuk Tenda Pengungsian

Ketut Ardikap mengatakan dirinya dan pengungsi lain memerlukan terpal untuk membangun tenda-tenda yang telah dibuat rangkanya

Ketut Ardikap dan  Nyoman Manek Butuh Terpal untuk Tenda Pengungsian
Tribun Bali/Busrah Ardans
Ketut Ardikap dan istri saat diwawancarai tribun-bali.com sore tadi, Sabtu (7/7/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Ratusan pengungsi yang sementara mendiami UPTD Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kecamatan Rendang, Karangasem tengah mendirikan tenda sementara untuk tempat mereka berteduh, Sabtu (7/7/2018).

Satu di antaranya ialah pasangan suami-istri Ketut Ardikap dan Nyoman Manek. Saat ditemui tribun-bali.com di lokasi pengungsian sore tadi sekitar pukul 17.50 Wita.

Memasuki tempat pengungsian kita akan disuguhi banyaknya rangka-rangka tenda yang telah banyak dibuat warga pengungsian.

Beberapa ada yang tengah meratakan tanah dalam kerangka tenda juga yang lain tengah merapikan bambu yang hendak dipakai sebagai penopang tenda.

Sudah ada puluhan kerangka tenda yang telah terpasang rapi dan tinggal dipasangkan terpal sebagai atapnya.

Ketut Ardikap mengatakan dirinya dan pengungsi lain memerlukan terpal untuk membangun tenda-tenda yang telah dibuat rangkanya di sekeliling Banjar.

"Kami sudah buat rangka tenda jadi tinggal butuh terpal saja. Kalau bambu ambil dari tanah sendiri jadi gak ada biaya. Tadi cuma beli tali saja," kata dia.

Ia juga menuturkan harga terpal yang mahal sehingga dirinya dan keluarga butuh bantuan.

"Kalau ada dari pemerintah saya mau minta terpalnya saja. Ini baru pasang rangkanya saja belum terpalnya karena belum ada. Yang mahal itu terpalnya. Kalau segini butuh paling tidak 3-4 lembar. Kalau perlembar itu harganya Rp 165 yang panjang 6 meter lebar 4 meter," tuturnya.

Dua hari yang lalu kata Ketut Ardikap sudah memberitahukan kepada petugas pengungsian untuk segera memberikan dirinya dan masing-masing keluarga terpal.

"Kalau segini (rangka tendanya) paling 3 lembar saya butuh dengan ukuran 6x4. Inikan yang butuh terpal banyak, kalau untuk keluarga saya yang kapasitas lima orang. Sudah, sudah dua hari yang lalu disampaikan kepada petugas juga PMI, tapikan tetap bersabar dulu. Mereka jawab iya, saya mau bantu," kata Ardikap.

Dengan kondisi sekarang keduanya mengaku tempat sudah mencukupi hanya saja karena suhu dingin.

"Dinginnya luar biasa. Gak berani tinggal di sini terus kalau ada pemerintah datang. Kalau di sini terus-terus kedinginan jadi tidak nyaman. Apalagi alasnya cuma karpet satu," kata Nyoman Manek dan Ketut Ardikap yang diwawancarai tribun-bali.com secara bersamaan. (*) 

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help