Gunung Agung Terkini

Pengungsi Gunung Agung: ‘Siapa Jamin Keselamatan Kami?’

Sudah empat hari ia dan anak-anaknya mengungsi karena khawatir Gunung Agung kembali mengalami erupsi dan melontarkan lava serta batu pijar.

Pengungsi Gunung Agung: ‘Siapa Jamin Keselamatan Kami?’
Tribun Bali / Eka Mita Suputra
Seorang warga lanjut usia terdampak erupsi Gunung Agung duduk di Posko Pengungsian UPTD Pertanian Rendang, Karangsem, Bali, Jumat (6/7/2018). Mereka lebih memilih bertahan di pengungsian daripada pulang ke kampung halaman. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Kadek Wati (30), warga Banjar Kesimpar, Desa Besakih, Karangasem, berteduh di Wantilan UPTD Pertanian Rendang, Karangasem, Bali, Jumat (6/7/2018).

Sudah empat hari ia dan anak-anaknya mengungsi karena khawatir Gunung Agung kembali mengalami erupsi dan melontarkan lava serta batu pijar.

Ia pun belum ada rencana untuk kembali ke kampung halaman, sebelum pemerintah menjamin keselamatan mereka saat berada di kampung halaman.

"Kalau pemerintah suruh pulang kampung, kami sangat senang. Kami tentu sangat senang pulang, daripada di pengungsian seperti saat ini. Tapi apakah pemerintah bisa sigap? Jika saat kami sudah di kampung, tiba-tiba kembali keluar api dari Gunung Agung, bagaimana? Siapa yang jamin keselamatan kami?" ungkap Kadek Wati saat ditemui Tribun Bali di Posko Pengungsian UPTD Rendang, kemarin.

Kadek Wati mengaku jarak rumahnya dari kawah Gunung Agung sekitar lima kilometer.

Saat erupsi strombolian yang disertai lontaran lava dan batu pijar, Senin (2/7/2018) malam lalu, ia dan kerabatnya mengungsi secara mandiri.

Gunung Agung erupsi, Senin (2/7/2018).
Gunung Agung erupsi, Senin (2/7/2018). (Istimewa)

Di tengah perasaan ketakutan, ia berlari sembari menggendong anaknya.

Ia kemudian menumpang kendaraan dengan warga lainnya, untuk menyelamatkan diri ke pengungsian di Rendang.

Ia hanya membawa pakaian yang melekat di tubuhnya.

"Saat situasi seperti itu, pemerintah tidak ada koordinir. Kami bingung mencari tempat mengungsi. Kami hanya butuh tempat berteduh yang aman. Kalau makanan, kami masih bisa penuhi kebutuhan kami," ujarnya dengan mimik serius.

Halaman
1234
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help