Piala Dunia 2018

'Gara-gara' Neymar Siswa SD di Inggris Dilarang Main Bola, Alasan Kepsek Menghukum Malah Dikritik

Namun larangan tersebut mendapat tanggapan negatif dari orang tua siswa dan psikolog anak.

'Gara-gara' Neymar Siswa SD di Inggris Dilarang Main Bola, Alasan Kepsek Menghukum Malah Dikritik
Twitter
Pemain Brasil Neymar da Silva merayakan golnya melawan Kolombia di Stadion Arena da Amazonia, Rabu (7/9/2016). 

TRIBUN-BALI.COM - "Gara-gara" penyerang Timnas Brasil, Neymar, sebuah sekolah dasar di Inggris melarang siswanya bermain sepak bola.

Peraturan tersebut dikeluarkan oleh sang kepala sekolah usai siswanya melakukan aksi diving Neymar.

Anak-anak itu meniru aksi para bintang Piala Dunia termasuk pemain andalan Brasil, Neymar.

Baca: Empat Orang Dipastikan Tewas Saat Kebakaran Melanda Gedung Kemenhub

Baca: Kesaksian Petugas Pemadam Kebakaran: Korban Lempar Kertas Berisi Nama dan Nomor Telpon

Baca: Ada Kontraktor Proyek Turut Jadi Korban Tewas, Petugas Pemadam Terus Sisir Lokasi Kejadian

Itu terjadi dalam pertandingan sepak bola di Sekolah Dasar Home Farm yang membuat sang kelapa sekolah, Richard Potter, membatalkan pertandingan.

Tak cuma itu. Setelah melihat siswanya melakukan diving dan berdebat satu sama lain, dia pun melarang siswa bermain sepak bola selama satu minggu.

Potter menegaskan bahwa dirinya ingin membangun sportivitas anak didiknya.

Namun larangan tersebut mendapat kecaman dan tanggapan negatif dari orang tua siswa dan psikolog anak.

Menurut Emma Kenny, seorang psikolog anak, peraturan tersebut sama halnya dengan mengikat lengan anak-anak.

"Anak-anak tangguh dan menikmati persaingan dan mereka hanya meniru para profesional. Ini adalah bagian dari dunia dan itu ada dalam DNA kita," ujar Emma Kenny dilansir BolaSport.com dari mirror.co.uk.

Megabintang tim nasional Brasil, Neymar, membuat citra yang kurang bagus selama berlaga dalam Piala Dunia 2018.

Pemain Paris Saint-Germain itu dituduh bereaksi berlebihan kala mendapat pelanggaran dari pemain lawan.

Saat terjatuh, Neymar biasanya berguling-guling sambil memegangi kaki atau bagian lain yang dilanggar lawan. Namun setelah itu, dia bisa bangkit dan kembali mengejar bola. (*)

Editor: Rizki Laelani
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved