Gunung Agung Terkini

Ketut Karmawan Pengungsi Gunung Agung yang Derita Gagal Ginjal, Menteri Desa: Saya Hubungi Bu Menkes

Dalam keadaan lemas dan istirahat I Ketut Karmawan tak mampu meladeni pembicaraan dengan Pak Menteri.

Ketut Karmawan Pengungsi Gunung Agung yang Derita Gagal Ginjal, Menteri Desa: Saya Hubungi Bu Menkes
Tribun Bali/Busrah Ardans
Tampak Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal danTransmigrasi, Eko Putro Sandjojo bercengkrama dengan pengungsi gunung Agung, Sabtu (7/7/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo 'menggrebek' pengungsi malam-malam di pengungsian gunung Agung UPTD Rendang, Karangasem, Sabtu (7/7/2018) malam kemarin.

Kedatangan Eko dan jajaran yang datang tiba-tiba itu diperkirakan sekitar pukul 22.00 Wita di lokasi pengungsian dan langsung menemui beberapa pengungsi yang sedang beristirahat di Banjar.

Dari pantauan tribun-bali.com Pak Menteri tampak berkomunikasi dengan beberapa pengungsi dengan menanyakan keadaan mereka.

Satu di antara banyak pengungsi yang ia temani ngobrol, ada yang menderita gagal ginjal.

Dalam keadaan lemas dan istirahat I Ketut Karmawan tak mampu meladeni pembicaraan dengan Pak Menteri.

Sementara ibunya Wayan Reni yang duduk tepat di sebelah anaknya yang menginformasikan kondisi Karmawan.

Dalam pembicaraan tersebut tampak Eko beritikad baik untuk membantu pengobatan Karmawan agar bisa melalui proses cuci darah di rumah sakit.

Usai berbincang, dalam sepatah dua kata sambutannya Eko menuturkan kalau dirinya mendapati seorang penderita gagal ginjal.

Dirinya pun bermaksud memberikan jadwal cuci darah melalui bantuan dari Menteri Kesehatan.

"Tadi saya temui ada yang sakit gagal ginjal, jadi harus cuci darah. Nah saya juga sudah whatsapp bu Menteri Kesehatan untuk menghubungi rumah sakitnya. Sehingga mudah-mudahan besok bisa cuci darah, dalam artian tidak menunggu lagi," tuturnya.

Sedangkan saat diwawancarai pada waktu bersamaan, Wayan Reni mengungkapkan kalau anaknya tersebut sudah menderita gagal ginjal selama lima tahunan.

"Sudah lama kayaknya. Ada lima tahunan. Sudah pernah cuci darah tapi belum dapat jadwal lagi. Kan dia pernah berhenti cuci darahnya pas sehat sudah gak lagi. Akhir-akhir ini kambuh jadi mau cuci darah lagi. Sudah dua kali ke sana cuma belum dapat jadwal di rumah sakit Klungkung," ungkap Reni.

Ia mengaku dari pembicaraan dengan pak Menteri kalau anaknya akan dicarikan jadwal oleh pak Menteri. Sementara untuk biayanya telah ditanggung melalui BPJS.

"Tadi dia bilang akan mencarikan jadwal, jadi kami bersyukur. Kalau biaya sudah ada kartu BPJS jadi sudah ditanggung,"akuinya. (*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help