Amor ring Acintya I Gusti Agung Prana, Pamit Sehari Sebelum Meninggal

Pria yang akrab disapa Gung Prana ini juga sebelumnya memberi kode bahwa hidupnya tak akan lama lagi.

Amor ring Acintya I Gusti Agung Prana, Pamit Sehari Sebelum Meninggal
Tribun Bali / I Made Prasetia Aryawan
Suasana rumah duka I Gusti Agung Prana di Jero Gede Bakungan, Banjar Umabian, Desa Peken Belayu, Kecamatan Marga, Tabanan, Bali, Minggu (8/7/2018). 

TRIBUN-BALI.COM - Para kerabat berdatangan ke rumah duka di Jero Gede Bakungan, Banjar Umabian, Desa Peken Belayu, Kecamatan Marga, Tabanan, Bali, Minggu (8/7/2018).

Karangan bunga dari berbagai kalangan sudah berjejer di halaman rumahnya.

Sejumlah keluarga sibuk mempersiapkan sarana upakara yang untuk upacara palebon yang akan berlangsung, Sabtu (21/7/2018).

I Gusti Agung Prana merupakan tokoh pariwisata.

Ia dikenal sebagai pelestari terumbu karang dan pendiri Yayasan Karang Lestari di Desa Pemuteran, Buleleng.

Agung Prana mengembuskan napas terakhirnya, Jumat (6/7/2018) sekitar pukul 23.00 Wita. Berdasarkan penuturan anak kedua Gung Prana, I Gusti Agung Bagus Mantra (44), ayahnya yang semasa hidup menyabet berbagai penghargaan ini sempat dirawat di Wings Amerta RSUP Sanglah selama tiga hari lantaran menderita diabetes dan kanker getah bening.

Pria yang akrab disapa Gung Prana ini juga sebelumnya memberi kode bahwa hidupnya tak akan lama lagi.

Gung Prana sempat mengucapkan pamit kepada dua anaknya.

"Kanker sudah pernah terdektesi hilang mungkin karena usia tumbuh lagi. Kalau penyakit diabetes sudah diderita sejak tahun 2002," tuturnya, Minggu (8/7/2018).

Ayahnya bagi dia merupakan sosok mentor dan sangat terbuka dalam memberikan ilmu. Selain itu, Gung Prana juga merupakan sosok yang konsisten dan fokus dalam melakukan konsep yang telah dirancangnnya.

Halaman
12
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved