Liputan Khusus

Mantan Residivis Jambret Spesialis Turis Asing Kerap Mondar- Mandir di Ground Zero

Pria 46 tahun ini mengungkapkan, kendaraan yang dibawa mantan residivis itu berganti-ganti. Namun demikian ia tetap bisa mengenalinya.

Mantan Residivis Jambret Spesialis Turis Asing Kerap Mondar- Mandir di Ground Zero
Tribun Bali / Hisyam Mudin
ILUSTRASI - Sekitaran jalan Raya Legian, Kuta, Bali Sabtu (16/12/2017) 

TRIBUN-BALI.COM - Mantan residivis jambret spesialis wisatawan asing di Kuta rupanya masih kerap mondar-mandir di kawasan Jalan Raya Legian, Kuta, pada malam dan dini hari.

Namun pihak jagabaya tidak berani memastikan apakah mantan residivis itu memang berniat kembali beraksi atau cuma melintas di kawasan tersebut.

"Biasanya kalau sudah ada polisi di kawasan Ground Zero jambretnya tidak akan beraksi. Kami tetap pantau karena saya masih sering melihat pemain lama (jambret yang sudah sempat masuk sel) sering mondar-mandir di jalan ini, apakah dia survei lokasi atau mau ke seminyak, kami harus tetap awasi," kata Ketut Sudiarsa, Pengawas Keamanan Desa Adat Kuta ketika diwawancarai Tribun Bali, Jumat (6/7/2018).

Pria yang sudah sempat mengamankan enam penjambret sejak bertugas sebagai pengawas keamanan Desa Adat Kuta ini mengaku selama pelaku jambret diamankan, ada yang ternyata teman dia sendiri.

"Pernah yang ketangkap itu adalah teman saya yang ternyata sudah sering saya ajak ngobrol di jalan. Biasanya saya lagi ngawas, ada saja ketemu teman baru, dan langsung nyambung," tutur Sudiarsa sembari tersenyum.

Pria 46 tahun ini mengungkapkan, kendaraan yang dibawa mantan residivis itu berganti-ganti.

Namun demikian ia tetap bisa mengenalinya.

Selama bertugas dari pukul 23.00 wita hingga pukul 04.00,

Sudiarsa mengaku masih kerap menerima informasi kehilangan dari wisatawan asing yang habis dugem di diskotek.

"Kalau penangkapan belum pernah, tapi kalau di pos induk jagabaya, ada saja laporan kehilangan yang masuk," kata Sudiarsa.

Wisatawan asing yang menjadi korban jambret di Kuta biasanya selalu meminta surat laporan kehilangan.

Hal ini difungsikan untuk klaim asuransi di wilayah mereka. (win)

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help