Kebakaran Kapal di Pelabuhan Benoa

ATLI Bantah Kapal Yang Terbakar Merupakan Kapal Tidak Aktif

Ia menyampaikan seluruh anggota ATLI aktif semua kapalnya meski ada kapal angkut yang tidak aktif.

ATLI Bantah Kapal Yang Terbakar Merupakan Kapal Tidak Aktif
Tribun Bali / Rizal Fanany
Tim Gabungan PBPBD Denpasar dan kepolisian memadamkan api yang membakar puluhan kapal di Pelabuhan Benoa,Denpasar, Senin (9/7/2018). Hingga saat ini sumber kebakaran masih belum diketahui. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - "Kalau kapal sudah sandar di dermaga berarti itu kapal laik beroperasi dan kapal aktif. Kalau kapal tidak sandar di dermaga dia berarti menjauh dari dermaga dan tidak aktif. Kalau pernyataan KSOP seperti itu mungkin, tetapi kita belum tahu," ungkap Ketua II Asosiasi Tuna Longline Indonesia (ATLI), Dwi Agus, Selasa (10/7/2018) menanggapi pernyataan jika kapal yang terbakar merupakan kapal tidak aktif.

 Ia menyampaikan seluruh anggota ATLI aktif semua kapalnya meski ada kapal angkut yang tidak aktif.

 Namun menurutnya rata-rata yang terbakar kemarin merupakan kapal siap beroperasi menangkap ikan.

Baca: Banyak Kapal di Pelabuhan Benoa Yang Terkena Moratorium

 "Tapi kita juga belum tahu pastinya jangan sampai kapal tidak aktif pengaruh dengan regulasi kita tidak sampai kesana ya. Kapal yang tidak aktif itu kapal angkut jadi seusai Permen 57 kemarin baru kita komunikasi dengan KKP dengan Perdirjen 01 nya Tahun 2016 memperbolehkan dengan kapal penyanggah," tuturnya.

 Dwi Agus menegaskan kembali, bahwa semua kapal-kapal anggota ATLI itu laik operasi.

 Ia yakin tidak ada kapal yang tidak laik operasi atau bahkan tidak aktif kapalnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Kantor Sahbandar Operasional Pelabuhan (KSOP) Benoa, Dwi Yanto mengatakan kapal ikan yang berlabuh di Dermaga Barat Pelabuhan Benoa, Denpasar, tidak semuanya dalam kondisi aktif.

 Sejumlah kapal dalam kondisi pasif.

"Kita melihat sendiri di lapangan, kapal itu sangat banyak sekali. Dan tidak semua aktif, banyak kapal yang tidak bergerak atau kapal pasif (mati) yang sudah tahunan berlabuh dan tidak ke mana-mana," ujarnya kemarin, Senin (9/7/2018) .

 Kondisi ini menyebabkan Pelabuhan Benoa bagian barat pun penuh.

 "Jadi ini kapal-kapal terkena moratorium dengan peraturan perikanan. Sesuai SOP, kata dia, idealnya kapal yang berlabuh tidak boleh tender (berjejeran) tiga," ungkapnya.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help