Geram dengan Aksi Duo Jambret Spesialis Bule, Hakim Marah: Bikin Malu Bali Aja!

Hakim Ketua Dewa Budi Watsara yang memimpin persidangan, geram dengan kelakuan Oktori Dimas Pratama (23) dan Gde Wahyu Arianta (20).

Geram dengan Aksi Duo Jambret Spesialis Bule, Hakim Marah: Bikin Malu Bali Aja!
Tribun Bali/Putu Candra
Terdakwa Wahyu (depan) dan Oktori usai menjalani sidang di PN Denpasar. Keduanya diadili karena melakukan penjambretan terhadap WNA, Selasa (10/7/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hakim Ketua Dewa Budi Watsara yang memimpin persidangan, geram dengan kelakuan Oktori Dimas Pratama (23) dan Gde Wahyu Arianta (20).

Keduanya dianggap telah menjelekan citra Pulau Bali, karena menjadi pelaku jambret spesialis orang asing.

Terdakwa Oktari dan Gde Wahyu melakukan penjambretan kepada orang asing di kawasan Canggu, Kuta Utara, Badung dan akhirnya ditangkap dan nyaris dihakimi massa.

"Namamu aja Wahyu, tapi apa yang kamu lakukan ini bikin malu Bali saja. Nanti kalau sudah bebas, kamu pulang saja ke Singaraja. Lebih baik jadi petani. Kamu, juga Oktori pulang saja ke kampungmu sana di Sumatera," ucap Hakim Dewa Budi Watsara di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (10/7). Mendengar perkataan hakim tersebut, kedua terdakwa pun hanya bisa menunduk.

Sementara sidang mengagedakan pembacaan dakwaan dilanjutkan dengan pemeriksaan para saksi. Dari keterangan yang dibeberkan saksi-saksi, kedua terdakwa membenarkan.

Kedua saksi mengaku baru pertama melakukannya, dan berdalih, karena tidak memiliki uang untuk membiayai kebutuhan sehari-hari. Apalagi, saat itu mereka tidak memiliki pekerjaan alias pengangguran.

Sedangkan dalam surat dakwaan, Jaksa Ni Luh Ari Suparmi mendakwa kedua terdakwa tdengan dakwaan tunggal, yakni Pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP. Dari dakwaan itu, terdakwa Oktori dan Wahyu terancam pidana penjara maksimal selama tujuh tahun.

Pun dalam surat dakwaan dibeberkan perbuatan kedua terdakwa yang dilakukan sekitar Maret 2018 lalu.

Berawal dari terdakwa Oktori yang berboncengan mengendarai sepeda motor Suzuki Satria FU bernopol DK 6705 VV bersama terdakwa Gde Wahyu melintas di Jalan Raya Pantai Batu Bolong, Canggu, Kuta Utara, Badung.

Saat melintas itulah, para terdakwa melihat dua warga asing salah satunya bernama Lina Hellman (21) asal Swedia, tengah berjalan melewati trotoar.

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help