20,4 Persen Balita Bangli Masuk Kategori Stunting

Angka gagal tumbuh pada bayi lima tahun (Balita) atau yang kerap disebut stunting di Kabupaten Bangli masih menjadi persoalan

20,4 Persen Balita Bangli Masuk Kategori Stunting
Tribun Bali/M. Fredey Mercury
Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Bangli, I Nyoman Arsana saat ditemui Selasa (10/7) 

“Dibanding dengan tubuh normal, jika kondisinya sama-sama terkena inveksi, maka seseorang dengan tubuh kerdil lebih mudah terpengaruh dibanding mereka yang bertubuh normal. Hanya saja, untuk di Bangli kasus stunting total (kerdil) belum ditemukan. Stunting yang tercatat dibangli, adalah mereka yang tingginya berbeda 1 hingga 2 sentimeter dibawah normal,” paparnya.

Focus stunting dilihat hingga bayi berusia 2 tahun. Jika setelah usia 2 tahun tinggi badan anak tidak naik, maka tidak bisa diubah lagi.

Sebab itu, jika hendak memperbaiki nutrisi anak, paling tepat dilakukan sejak masa kehamilan hingga anak menginjak usia 2 tahun.

Sementara upaya pencegahan stunting sejatinya dilakukan sejak masa kehamilan, yakni melalui pola makan dan hidup sehat.

Sedangkan dari pihak dinas, upaya pencegahan yang dilakukan yakni dengan pemberian tablet penambah darah pada remaja putri dari jenjang SMP hingga SMA.

“Menstruasi yang dialami remaja putri sebenarnya awal dari gejala anemia. Gejala ini sangat riskan dan berpotensi menjadi titik awal tumbuh kembang anaknya kelak menjadi terganggu. Begitupun pada pemberian imunisasi di posyandu, bilamana ditemukan tinggi atau berat badannya kurang maka langusng mendapat penanganan,” jelasnya.

Penangan soal stunting di Bangli, imbuh Nyoman Adnyana, juga dilakukan lintas sectoral. Sebab diakui jika belum seluruh puskesmas maupun pustu belum di Bangli beroperasi secara optimal.

Terlebih dengan kesibukan masing-masing masyarakat, besar kemungkinan menjadi kendala saat dilakukan sosialisasi terkait stunting.

“Kami dari pihak dinas juga membantu dengan memberikan sosialiasi ke Desa, PKK, hingga ke masing-masing sekolah melalui MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah),” tandasnya. (*) 

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help