Kebakaran Kapal di Pelabuhan Benoa

Cegah Penyebaran Tumpahan Oli ke Mangrove, KSOP dan Pertamina Lakukan Penyemprotan Dispersant

Kepala KSOP Benoa Dwi Yanto saat di temui di kantor KSOP Benoa, Rabu (11/7/2108) menjelaskan, dalam menangani dampak pencemaran

Cegah Penyebaran Tumpahan Oli ke Mangrove, KSOP dan Pertamina Lakukan Penyemprotan Dispersant
Istimewa
Petugas melakukan penyemprotan dengan dispersant di area bangkai kapal sisi barat Pelabuhan Benoa, Rabu (11/7/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala KSOP Benoa Dwi Yanto saat di temui di kantor KSOP Benoa, Rabu (11/7/2018) menjelaskan, dalam menangani dampak pencemaran oli akibat puluhan kapal terbakar, KSOP bekerjasama dengan Pertamina untuk melaksanakan penyemprotan dispersant.

"Kami bekerjasama dengan pertamina, karena alat tersebut dimiliki oleh pihak pertamina. Ada dua kapal speedboat milik KSOP dan Pertamina," jelasnya.

Penyemprotan dispersant yang dilakukan pertamina ini dilakukan di area bangkai kapal sisi barat, karena tumpahan oli masih di area tersebut.

Dwi Yanto menambahkan, tujuan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran oli tersebut, agar tidak menyebar atau mencemari lingkungan yang lain terutama di area mangrove.

"Menurut pantauan tumpah oli tidak begitu banyak, hanya sedikit dan bisa diantisipasi," ujarnya.

Dengan kejadian kebakaran seperti ini, pihak KSOP, Kementerian dan Pol Air mengadakan pelatihan bagaimana melakukan pelatihan penanganan kebakaran.

"Pol Air Polda Bali mengadakan pelatihan tersebut dan mengundang perusahaan perikanan serta bekerjasama dengan dinas kebakaran Kota/Kabupaten sebagai mentor," jelasnya. (*) 

Penulis: Rino Gale
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help