Peretemuan Kelompok Kerja ASEAN CoB ke-5 Bahas Masalah Asuransi Kendaraan

Selama dua hari dilaksanakan pertemuan kelompok kerja ASEAN Council of Bureaux (CoB) ke-5

Peretemuan Kelompok Kerja ASEAN CoB ke-5 Bahas Masalah Asuransi Kendaraan
Tribun Bali/Karsiani Putri
Nasional Biro dari semua negara anggota ASEAN dan Asosiasi Asuransi di bawah Dewan Asuransi ASEAN (AIC) berfoto bersama di Inaya Putri Hotel, Nusa Dua, Bali pada Rabu (11/7/2018). 

Laporan wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUNBALI.COM, MANGUPURA - Selama dua hari dilaksanakan pertemuan kelompok kerja ASEAN Council of Bureaux (CoB) ke-5, Nasional Biro dari semua negara anggota ASEAN dan Asosiasi Asuransi di bawah Dewan Asuransi ASEAN (AIC), yang difasilitasi oleh Sekretariat ASEAN berkumpul untuk mempercepat implementasi Blue Card Scheme.

Hal ini berdasarkan rilis yang diterima Tribun Bali pada Selasa (11/7/2018), dimana CoB ASEAN telah ditugaskan untuk bekerja pada implementasi Blue Card Scheme, sebuah inisiatif yang bertujuan memfasilitasi asuransi kendaraan bermotor wajib dan memperkuat pencegahan kecelakaan lalu lintas jalan.

Protokol lima secara signifikan akan mendukung fasilitasi perdagangan barang, untuk mencapai arus barang bebas di bawah pasar tunggal dan basis produksi, yang berada di bawah pilar pertama ASEAN Economic Community (AEC).

Direktur Manajemen Risiko dan Teknologi Informasi Jasa Raharja, Wahyu Wibowo ketika ditemui dalam acara pertemuan kelompok kerja ASEAN CoB ke-5 menyebutkan, ASEAN merupakan lokasi yang memiliki potensi besar untuk memajukan segi perekonomiannya.

“Salah satunya dengan protocol lima tentang pengangsuransian sebagai pendukung utama dalam memajukan perekonomian, khususnya nanti dalam lintas batas Negara, karena asuransi sendiri dianggap sebagai salah satu sektor yang sangat penting untuk memajukan perekonomian di kawasan ini,” jelasnya.

Asuransi kendaraan bermotor wajib adalah penting untuk memastikan bahwa kendaraan yang melintasi perbatasan di seluruh kawasan ASEAN, untuk tujuan komersial dan isinya dilindungi dari kerusakan yang diakibatkan oleh kecelakaan jalan di setiap yurisdiksi pihak kontraktor.

Sebagaimana dijelaskan Pasal 3 Protokol lima, skema ASEAN Asuransi Kendaraan Bermotor Wajib memberikan setidaknya persyaratan minimum yang ditentukan oleh undang-undang, dan peraturan yang mengatur asuransi kendaraan bermotor wajib yang berlaku di negara atau negara transit dan tujuan akhir.

Selain itu, pertemuan ini juga akan mencakup diskusi tentang tantangan penerapan Blue Card Scheme dengan tujuan menemukan solusi teknis untuk tantangan tersebut.

Serta output yang diharapkan dari kelompok kerja akan menjadi rekomendasi yang akan diajukan ke CoB, termasuk action plan jika nantinya memungkinkan.

Kemudian CoB akan mendiskusikannya lebih lanjut dan membawanya ke pertemuan Regulator Asuransi ASEAN berikutnya, untuk pembahasan lebih lanjut tentang penerapan skema tersebut. (*)

Penulis: Karsiani Putri
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help