Pesta Kesenian Bali 2018

Wayan Wiana 'Galak' saat Ngibing Joged Bumbung di Art Center

Wayan Gede Padma Wiana (21), pengibing pertama terlihat 'galak' saat ngibing Joged di kalangan Madya Mandala, Art Center

Wayan Wiana 'Galak' saat Ngibing Joged Bumbung di Art Center
Tribun Bali/Putu Supartika
Penampilan joged bumbung Sanggar Taksu Agung, Desa Pejeng Kangin, Tampaksiring, Gianyar, di PKB Art Centre, Rabu (11/7/2018). 

Karena tingkah pengibing, tak pelak para penonton ikut tertawa.

Bahkan ada pengibing yang membawa terong ungu.

Sementara itu, Ketua Sanggar Taksu Angung, Made Subrata mengaku sanggar yang dipimpinnya sudah pentas empat kali di PKB.

Walaupun demikian, dirinya mengaku sulit mencari regenerasi penari joged di sanggarnya.

"Sulit cari penari joged, padahal Gianyar gudangnya seni. Mungkin karena image joged selama ini yang kurang baik penyebabnya," kata Subrata.

Untuk menjaga agar joged di sanggarnya tidak dicap kurang baik, pihaknya selalu berpegang teguh pada pakem joged bumbung yang telah diwariskan sejak dulu baik itu dari pakaian hingga gerakan.

Dan dengan usahanya untuk mempertahankan pakem ini, dirinya berharap semakin banyak penari-penari joged yang bermunculan.

Dulu, menurut Subrata, joged ini dipakai ketika perayaan panen di sawah atau saat ada acara rakyat.

Namun sekarang, sudah ditampilkan di hotel maupun restoran.

"Syukurlah, tiap enam bulan sekali hasil pentas ini kita bagikan pas Galungan," katanya.

Dalam penampilannya kali ini ada empat penari dan 20 penabuh. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help