13.500 Penduduk Denpasar Menganggur, Ini Rincian Data BPS Provinsi Bali

Pelaksanaan job fair yang dilaksanakan tanggal 12 hingga 14 Juli 2018 ini, Anom berharap akan mampu mengurangi jumlah pengangguran.

13.500 Penduduk Denpasar Menganggur, Ini Rincian Data BPS Provinsi Bali
Tribun Bali / Putu Supartika
Pelaksanaan job fair Kota Denpasar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar, IGA Rai Anom Suradi dengan merujuk data Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, jumlah pengangguran di Kota Denpasar sebanyak 2.63 persen atau 13.500 orang dari jumlah penduduk 914.000 orang.

"Pengangguran menurut data BPS 2.63 persen dan itu ekornya saja dari jumlah penduduk keseluruhan," kata Anom, Kamis (12/7/2018) di lokasi job fair 2018, yang bertempat di Parkir Utara Lapangan Lumintang.

Indikator pengangguran ini dilihat dari usia kerja dan angkatan kerja.

"Di Denpasar ada 600 ribu usia kerja kalau angkatan kerja ada 590an ribu. Persentasenya 75 persen penduduk merupakan usia kerja dan sedangkan yang masuk angkatan kerja 73 persennya," imbuh Anom.

Jika dilihat dari pendidikan terakhirnya, menurut Anom proporsi jumlah penganggurannya hampir sama.

Jika dikelompokkan menjadi empat yaitu Non SMA (pendidikan di bawah SMA), SMA/SMK, Diploma, dan S1, semuanya berada di atas 20 persen.

"Oleh karena itu, anak-anak yang tamat SMK kita suport ke lembaga pelatihan kerja, karena lembaga pelatihan kerja ini mencetak tenaga kerja, bukannya bermaksud meremehkan perguruan tinggi," paparnya.

Dan dengan pelaksanaan job fair yang dilaksanakan tanggal 12 hingga 14 Juli 2018 ini, Anom berharap akan mampu mengurangi jumlah pengangguran.

Anom menambahkan, standar nasional efek atau tidaknya job fair ini yaitu capaian serapannya yaitu minimal 30 persen.

30 persennya ini dilihat dari lowongan yang tersedi dan jumlah pelamar. 

Sementara untuk Denpasar sendiri, setiap mengadakan job fair, serapannya 32 hingga 45 persen.

"Mudah-mudahan untuk pelaksanaanya kali ini bisa mencapai 45 persen atau minimal 40 persen," katanya.

Untuk pelaksanaan job fair ini, pihaknya mengutamakan perusahaan baru dan menghimbau agar tidak dijadikan ajang promosi melainkan betul-betul mencari kerja. 

"Kalau ada yang tidak disiplin kita pertimbangkan keikutsertaannya. Kami beri waktu sebulan setelah job fair sudah menyerahkan data dari masing-masing perusahaan yang ikut," imbuhnya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved