Gung Gangsar Sempat Menunjukkan Gelagat Agak Aneh Sebelum Berpulang, Ini Kata Anaknya

Gangsar sempat menjalani perawatan karena mengeluh sakit pada bahu dan punggung, sehingga susah untuk bergerak.

Gung Gangsar Sempat Menunjukkan Gelagat Agak Aneh Sebelum Berpulang, Ini Kata Anaknya
Tribun Bali / I Komang Agus Aryanta
Suasana di rumah duka almarhum Gangsar di Banjar Bindu, Abiansemal, Badung, Rabu (11/7/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dunia seni Bali kembali berduka. Seniman drama gong fenomenal I Gusti Mungkreg alias Gangsar (74) berpulang pada Rabu (11/7/2018) kemarin di RSUD Mangusada, Kelurahan Kapal, Badung, Bali.

Dan, sebelum meninggal, Gangsar sudah menunjukkan gelagat agak aneh.

Suasana duka sangat terasa di rumah Gangsar di Banjar Bindu, Desa Mekar Bhuana, Kecamatan Abiansemal, Badung, Rabu sore.

Gusti Ayu Rumasni (53) yang merupakan anak pertama almarhum, tak henti-hentinya menangis setiap kali bercerita kisah ayahnya.

Gangsar sempat menjalani perawatan karena mengeluh sakit pada bahu dan punggung, sehingga susah untuk bergerak.

Ia meninggal pukul 11.30 Wita, dan jenazahnya masih dititipkan di RSUD Mangusada.

“Ajik (ayah) memang mengeluh sakit, makanya sejak kemarin (Selasa) jam tujuh malam kita bawa ke rumah sakit RSUD Mangusada.” tutur Rumasni ditemui di rumahnya, kemarin sore.

Rumasni mengaku tak punya firasat ayahnya akan meninggal.

Namun ia mengakui almarhum sempat mengigau dan melontarkan kata-kata untuk mengikhlaskan dirinya meninggal.

“Depang dah ajik seda (Biar dah Ayah meninggal),” ucap Rumasni menirukan perkataan almarhum sembari menitikkan air mata.

Halaman
1234
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved