Sidang Perkara Anak Bakar Rumah Orangtua, Putu Didik Mohon Keringanan Hukuman

Putu Didik (26) melalui tim penasihat hukumnya memohon kepada majelis hakim agar dihukum seringan-ringannya

Sidang Perkara Anak Bakar Rumah Orangtua, Putu Didik Mohon Keringanan Hukuman
Tribun Bali/Putu Candra
Putu Didik, pelaku pembakar rumah orangtuanya dituntut 2 tahun penjara oleh jaksa di PN Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - I Putu Didik Setiawan (26) melalui tim penasihat hukumnya memohon kepada majelis hakim agar dihukum seringan-ringannya.

Tim penasihat hukumnya, yakni Gde Manik Yogiartha dkk beralasan, bahwa orangtua sudah memaafkan terdakwa.

Pula terdakwa dianggap masih muda dan masih bisa memperbaiki diri.

Demikian disampaikan Gde Manik saat mengajukan pembelaan (pledoi) lisan di persidangan Pengadilan Negeri Denpasar (PN) Denpasar, Kamis (12/7/2018).

Pembelaan lisan disampaikan, menanggapi tuntutan pidana dua tahun yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Terdakwa menyesali perbuatannya dan usianya masih muda. Orangtua terdakwa juga sudah memaafkan. Untuk itu, kami memohon kepada majelis hakim agar menjatuhkan hukuman seringan-ringannya," pinta Gde Manik kepada majelis hakim pimpinan Esthar Oktavi.

Menanggapi pembelaan lisan dari pihak terdakwa, Jaksa Dewa Arya Lanang Raharja menegaskan tetap pada tuntutan yang telah diajukan.

Usai saling menanggapi, majelis hakim pun menunda sidang.

Sidang kembali digelar pekan depan, mengagendakan pembacaan amar putusan dari majelis hakim.

Sementara dalam surat tuntutannya, Jaksa Dewa Arya Lanang menyatakan, Putu Didik terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembakaran.

Halaman
123
Penulis: Putu Candra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help