Gunung Agung Terkini

Derita Pengungsi Gunung Agung Yang Tidur Beralas Tikar ‘Dinginnya Menusuk Tulang’

Pengungsi asal Banjar Kubu Pangi, Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem ini bahkan dalam kondisi hamil dua bulan.

Derita Pengungsi Gunung Agung Yang Tidur Beralas Tikar ‘Dinginnya Menusuk Tulang’
Infografis: Tribun Bali/Dwi Suputra
Infografis: Tribun Bali/Dwi Suputra 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Pengungsi Gunung Agung di Bale Subak Gantalan I, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Karangasem, Bali mulai diserang penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Ini karena mereka tidur di lantai hanya beralas tikar plastik.

Malam datang, dingin pun menusuk tulang.

Ni Wayan Asih (32) mengatakan, hampir sebagian pengungsi di Bale Subak Gantalan menderita ISPA.

Ia sendiri mengeluh pilek sejak sepekan ini.

Pengungsi asal Banjar Kubu Pangi, Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem ini bahkan dalam kondisi hamil dua bulan.

"Saya pilek sama sakit kepala dari minggu kemarin. Sudah saya diperiksa dari Palang Merah Indonesia (PMI), dan sekarang sudah agak mendingan," kata Asri saat ditemui di lokasi pengungsian, Bale Subak Gantalan Satu, Kamis (12/7/2018)

ISPA mulai menyerang pengungsi sejak erupsi 2 Juli.

Pengungsi asal Kubu Pangi, Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem duduk di Bale Subak Gantalan I, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Kamis (12/7/2018). Penyakit ISPA, rematik, dan hipertensi melanda para pengungsi.
Pengungsi asal Kubu Pangi, Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem duduk di Bale Subak Gantalan I, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Kamis (12/7/2018). Penyakit ISPA, rematik, dan hipertensi melanda para pengungsi. (Tribun Bali/Saiful Rohim)

Pilek, sesak, dan batuk menyerang para pengungsi khusunya lansia dan anak-anak.

Ada yang sudah sembuh, namun tak sedikit yang masih pilek dan batuk.

Halaman
123
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help