Melongok Rapuhnya Jembatan Gantung Sinduwati-Dukuh, Bergoyang ke Kanan dan Kiri saat Dilewati

Jembatan gantung yang menghubungkan Desa Sinduwati dengan Desa Dukuh tampak memprihatinkan kondisinya

Melongok Rapuhnya Jembatan Gantung Sinduwati-Dukuh, Bergoyang ke Kanan dan Kiri saat Dilewati
Tribun Bali/Saiful Rohim
Kondisi Jembatan Gantung yang menghubungkan Desa Sinduwati menuju Desa Dukuh, Kecamatan Sidemen, Kamis (12/7/2018). Warga terlihat melintas dengan hati - hati lantaran kondisinya sudah rapuh. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Made Mastra (70) tampak berhati-hati melintasi jembatan yang menghubungkan Desa Sinduwati - Desa Dukuh, Kecamatan Sidemen, Karangasem, Kamis (12/7/2018) sekitar pukul 10.00 Wita.

Tangan kirinya memegang tali sling jembatan dengan begitu erat.

Mastra terdiam sejenak saat jembatan sepanjang 40 meter itu bergoyang-goyang.

Pria asli Dukuh itu kembali melanjutkan perjalanan setelah goyangan jembatan berkurang.

Pandangannya menatap ke depan, langkahnya pelan.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani penggarap di Desa Sinduwati ini setiap hari melintasi jembatan dengan kekhawatiran.

Kadang, saat terlihat dari jauh hendak berpapasan dengan sepeda motor, Mastra harus mundur kembali ke ujung awal jembatan.

Goyangan jembatan yang cukup keras membuatnya pilih mengalah.

Pantauan Tribun Bali, Kamis (12/7/2018), jembatan gantung yang menghubungkan Desa Sinduwati dengan Desa Dukuh, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, memprihatinkan kondisinya.

Jembatan ini terbentang di atas Sungai Unda, dan memiliki panjang sekitar 40 meter.

Halaman
1234
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved