30 Karya Muhlis Angkat Degradasi Moral di Bentara Budaya Bali

Dalam karya grafis hitam putih bertajuk "Pembangkang" akan terlihat kepala manusia dengan mimik kecut sambil menjulurkan lidah.

30 Karya Muhlis Angkat Degradasi Moral di Bentara Budaya Bali
Tribun Bali/I Putu Supartika
Pameran seni grafis karya Muhlis Lugis di Bentara Budaya Bali, Sabtu (14/7/2018). Pameran ini berlangsung hingga 23 Juli 2018 mendatang. 

Pertunjukan ini, menurut Erawan menceritakan sebuah proses pembuatan seni garfis yang eksperimental. Bor listrik, kapak, gergaji ia gerakkan di atas sebidang triplek secara acak dan bergiliran.

Ketika dirinya merasa cukup, Muhlis mengoleskan tinta hitam di atas triplek tersebut secara merata yang kemudian di cetak di atas canvas. Hasilnya, tampak sebuah wajah manusia mendelik dengan mulut menganga.

"Muhlis tidak hanya penggrafis yang terampil, melainkan antara otak kanan dan kirinya juga seimbang. Bukan hanya hasil estesis semata, tapi memberikan konten-konten atau sebuah pemikiran yang bisa dilihat dari gagasannya tentang kritik sosial dan kemanusiaan," kata Erawan.

Erawan juga menganggap Muhlis kembali ke habitat asli cukil kayu yang memang menggunakan kayu sebagai medianya.

Karena selama ini yang berkembang khususnya di Bali, seniman cukil banyak menggunakan hardboard atau hasil produk jadi pemadatan dari serbuk kayu.

Seni cukil ini juga merupakan seni grafis kuno atau konvensional yang awalnya diperkenalkan di Tiongkok ketika Tiongkok menemukan media kertas yang kemudian berkembang ke Jepang dan Eropa.

Sehingga untuk membuatnya diperlukan konsentrasi tinggi.

"Saya kira Muhlis adalah seorang yang punya daya tahan atau kemampuan meditatif yang luar biasa. Tidak mudah untuk bertahan dalam membuat detail, apalagi ukuran karya lebih dari 1 meter. Ini memerlukan waktu dan tenaga yang luar biasa," imbuh Erawan.

Koordinator Bentara Budaya Bali, Warih Wisatsana mengatakan karya-karya Muhlis mengandung nada ironi kelam dan mendalam.

"Muhlis mampu mengangkat nada ironi kelam mendalam dan mengandung makna esensial yang diekspos dengan baik," kata Warih.

Halaman
123
Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved