Dalam 6 Bulan Ada 684.106 Orang Turis China ke Bali

Pertumbuhan jumlah wisatawan mancanegara ke Bali pada semester I tahun 2018 ini dipengaruhi beberapa oleh faktor.

Dalam 6 Bulan Ada 684.106 Orang Turis China ke Bali
Tribun Bali / Rizal Fanany
Aktivitas operasional di apron Bandara I Gusti Ngurah Rai, Badung. Peningkatan kunjungan turis asing ke Bali, salah-satunya adalah pembukaan rute baru atau penambahan frekuensi penerbangan. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Jumlah kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali selama 2018 sampai Juni sebanyak 2.892.302 orang melalui Bandar Udara (Bandara) I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali.

Raihan wisatawan sebanyak itu mengalami peningkatan 6,07 persen dibandingkan raihan pada periode yang sama tahun 2017, yang mencapai 2.726.785 wisman.

Peningkatan ini bisa menjadi pertanda bahwa peningkatan aktivitas Gunung Agung selama 2018 tak berdampak signifikan pada kunjungan wisatawan ke Bali

Bandara I Gusti Ngurah Rai selama ini memang menjadi salah-satu pintu masuk utama wisatawan asing ke Indonesia.

Wisman asal China (Tiongkok) masih menempati posisi pertama terbanyak ke Bali, dengan jumlah 684.106 orang atau 23,65 persen dari keseluruhan. Peringkat kedua diduduki wisman dari Australia sebanyak 547.375 atau 18,93 persen; kemudian wisman India sejumlah 194.342 atau 6,72 persen, yang berada di peringkat ketiga.

Selanjutnya adalah Inggris (United Kingdom), Jepang, Amerika Serikat, Malaysia, Jerman, Prancis, dan Singapura.

General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi, menyambut baik pencapaian jumlah wisman tersebut.

“Kami selaku pengelola bandara optimistis tahun ini bisa mendatangkan wisman ke Indonesia lebih banyak dari tahun 2017 lalu, yang mencapai 5,9 juta wisatawan mancanegara. Dengan merealisasikan keinginan airlines (perusahaan penerbangan) untuk menambah rute atau mengganti jenis pesawat operasional dengan kapasitas yang lebih besar,” kata Yanus dalam siaran pers yang diterima Tribun Bali, Jumat (13/7).

Aktivitas Gunung Agung yang mulai aktif pada akhir tahun lalu, yang sempat memunculkan travel warning dari beberapa negara, tidak menjadi penghalang untuk mendatangkan wisman ke Indonesia, khususnya Bali.

“Sebab kami percaya, Bali aman dan tetap menjadi top list (pilihan utama) tujuan wisata,” tambah Yanus.

Halaman
1234
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved