Home »

Bali

Dua Produk Obat Gagal Jantung Asal China Ditarik dari Pasaran, Begini Penjelasan BBPOM

Peredaran jenis obat yang umumnya diperuntukkan bagi pasien gagal jantung dan hipertensi ditarik dari pasaran

Dua Produk Obat Gagal Jantung Asal China Ditarik dari Pasaran, Begini Penjelasan BBPOM
Istimewa
Kepala BBPOM Denpasar, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dua produk obat yang diperuntukkan bagi pasien gagal jantung dan hipertensi di pasaran Indonesia harus ditarik.

Himbauan resmi dari BPOM RI untuk menghentikan produksi peredaran obat ini lantaran mengandung zat kimia yang dianggap berbahaya, yakni valsartan.

Hal ini didapat setelah serangkaian penelitian yang juga dilakukan di sejumlah negara Uni Eropa lain menyebutkan dugaan kandungan valsartan yang berbahaya bagi tubuh.

Sebab itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mengeluarkan surat edaran tentang penarikan produk dari pasaran di tiap daerah, termasuk di Bali.

Kepala BBPOM di Denpasar, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni saat dikonfirmasi Tribun Bali membenarkan hal ini.

Ia mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan SE itu dan mulai menjalankan instruksi penarikan secara sukarela dari industri farmasi (voluntary recall).

"Ya, kita juga sudah mulai melaksanakan instruksi penghentian peredaran produk ini kepada Industri Farmasi yang ada. Dalam hal ini juga sudah diinformasikan melalui tenaga kesehatan profesional melalui asosiasi seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dan lain-lain. Nanti kami juga akan memonitoring dalam proses penarikannya," kata dia, Jumat (13/7/2018).

Di pasaran Indonesia, lanjut Aryapatni, sudah diketahui 2 jenis produk obat mengandung valsartan, yakni Varten Tablet (80 mg dan 160 mg) produksi dari PT. Actavis Indonesia dan Valesco Kaplet Salut Selaput (40 mg, 80 mg dan 160 mg) dari PT. Dipa Pharmalab Intersains.

Diketahui, di beberapa negara Uni Eropa juga sudah mulai melakukan penarikan setiap jenis obat berbahan baku valsartan yang juga mengandung Nitrosodimethylamine (NDMA) produksi Zhejiang Huahai Pharmaceuticals asal China.

Sebelumnya, valsartan merupakan jenis obat keras yang digunakan sebagai terapi obat-obatan untuk mengatasi tekanan darah tinggi atau penyempitan pembuluh darah dan juga penyakit jantung.

Obat ini berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah sehingga tekanan darah turun dan jantung akan lebih mudah memompa darah ke seluruh tubuh.

Hingga saat ini, diketahui BPOM RI dan juga EMA (European Medicines Agency) masih terus melakukan penelitian lebih lanjut terhadap kandungan zat valsartan ini.

Sejumlah industri farmasi juga dijelaskan sudah bersedia menarik seluruh produk obat tersebut.

Dengan adanya pemberitahuan ini, pihaknya mengimbau kepada sejawat kesehatan profesional dan semua pihak yang terkait, agar mengedepankan kehati-hatian dan mengutamakan keselamatan pasien dalam mempertimbangkan pemberian obat ini kepada pasien.(*)

Penulis: eurazmy
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help