Warga Banjar Pakuaji Digegerkan Benda Serupa Peti Mayat Batu Dan Permata Merah Hijau

Benda tersebut ditemukan warga saat menggali di bawah palinggih Puskesmas Pembantu (Pustu) Pakuaji.

Warga Banjar Pakuaji Digegerkan Benda Serupa Peti Mayat Batu Dan Permata Merah Hijau
Tribun Bali / I Made Prasetia Aryawan
Sebuah benda yang menyerupai Sarkofagus dan diperkirakan berusia ratusan tahun masih diletakkan di depan palinggih Pustu Pakuaji di Banjar Pakuaji, Desa Mundeh Kangin, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan, Bali, Jumat (13/7/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Warga Banjar Pakuaji, Desa Mundeh Kangin, Kecamatan Selemadeg Barat Tabanan, Bali digegerkan oleh temuan sebuah benda yang menyerupai Sarkofagus (Peti mayat dari batu) dan diperkirakan berusia ratusan tahun.

Benda tersebut ditemukan warga saat menggali di bawah palinggih Puskesmas Pembantu (Pustu) Pakuaji.

Sebelum dilakukan penggalian, seorang warga setempat juga mengakui mendapat pawisik lewat mimpi, bahwa benda yang diperkirakan memiliki berat hingga 1 ton itu harus diangkat.

Selain ditemukan benda yang berbentuk menyerupai palungan ini, warga juga telah menemukan batu permata berwarna merah dan hijau yang juga ikut terkubur.

Selain penemuan benda ini, sebelumnya warga juga sudah sempat menemukan beberapa benda kuno seperti senjata dan batu padas kuno.

Menurut penuturan Kelian Banjar Dinas Pakuaji, I Made Puja Astawa, awalnya sekitar satu bulan yang lalu ada proyek pembenahan gorong-gorong dengan menggunakan alat berat.

Kemudian saat pengerukan tanah,benda tersebut sebenarnya sudah terlihat, hanya saja saat itu benda tersebut hanya terlihat bagian sampingnya saja sehingga tak dihiraukan dan diperkirakan hanya buis beton biasa.

Sebuah benda yang menyerupai Sarkofagus dan diperkirakan berusia ratusan tahun masih diletakkan di depan palinggih Pustu Pakuaji di Banjar Pakuaji, Desa Mundeh Kangin, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan, Jumat (13/7/2018).
Sebuah benda yang menyerupai Sarkofagus dan diperkirakan berusia ratusan tahun masih diletakkan di depan palinggih Pustu Pakuaji di Banjar Pakuaji, Desa Mundeh Kangin, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan, Jumat (13/7/2018). (Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan)

“Awalnya kami kira hanya buis beton saja, karena kondisi tutupnya sudah patah dan berisi air sehingga tak kami hiraukan. Sebenarnya benda ini sudah ditemukan sekitar satu bulan yang lalu" tutur Puja Astawa, Jumat (13/7).

Sebelum ditemukan, kata dia, seorang warga setempat, I Made Pugeh yang dikenal orang spiritual ini sempat mendapat pawisik atau bermimpi bahwa benda tersebut harus diangkat.

Sehingga, akhirnya pada Kamis (11/7/2018) sore sekitar pukul 15.00 Wita berniat untuk melakukan pembongkaran.

Halaman
1234
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help