Gunung Agung Terkini

Pagi Ini Gunung Agung Kembali Erupsi, Kolom Abu Tidak Teramati Namun Terlihat Sinar Api di Puncak

Gunung Agung kembali erupsi Minggu (15/7/2018) pagi sekitar pukul 04.52 WITA, terlihat sinar api di puncak kawah

Pagi Ini Gunung Agung Kembali Erupsi, Kolom Abu Tidak Teramati Namun Terlihat Sinar Api di Puncak
Istimewa/PVMBG
Gunung Agung kembali erupsi pagi ini, Minggu (15/7/2018) pukul 04.52 WITA. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, AMLAPURA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Agung dalam Volcanic Activity Report periode, Minggu (15/7/2018) 00.00-06.00 WITA cuaca mendung dan hujan.

Angin bertiup lemah ke arah barat.

Suhu udara 20-20 °C dan kelembapan udara 90-91 %.

Volume curah hujan tidak tercatat.

Dan pada pukul 04.52 WITA telah terjadi erupsi, namun tinggi kolom abu tidak teramati.

Terlihat sinar api di puncak kawah.

Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 24 mm dan durasi ± 2 menit 20 detik.

Selain itu terekam juga adanya embusan berjumlah 3, dengan amplitudo 7-10 mm, berdurasi  25-40 detik.

Tercatat adanya vulkanik dangkal berjumlah 4, dengan amplitudo  2-5 mm, berdurasi 16-25 detik, vulkanik dalam berjumlah  1, amplitudo 10 mm, S-P  2 detik, durasi : 25 detik.

Terekam tektonik jauh berjumlah 1, amplitudo 7 mm, S-P 15 detik, durasi 60 detik.

Kesimpulan Tingkat Aktivitas Gunung Agung Level III (Siaga).

Dengan hal ini PVMBG merekomendasikan:

(1) Masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 km dari Kawah Puncak Gunung Agung. Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual/terbaru.

(2) Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved