Pesta Kesenian Bali 2018

Suara Cemeti Bagai Letupan Petasan, Begini Uniknya Pentas Klendo Barongan di PKB

Suara cemeti terdengar bagai letupan petasan saat Klendo Barongan mulai dipentaskan.

Suara Cemeti Bagai Letupan Petasan, Begini Uniknya Pentas Klendo Barongan di PKB
Tribun Bali/I Putu Supartika
Pementasan Klendo Barongan dari Dinas Pariwisata Kota Batu, Jawa Timur, Minggu (15/7/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Suara cemeti terdengar bagai letupan petasan saat Klendo Barongan mulai dipentaskan.

Para penari dan penabuh berjalan beriringan menuju ke panggung di Kalangan Ayodya Art Center, Denpasar, Minggu (15/7/2018).

"Cemeti itu sebagai komando untuk penari," kata Sunarto dari Dewan Kesenian Kota Batu, Jawa Timur.

Penampilan dari Dinas Pariwisata Kota Batu, Jawa Timur ini disebut Klendo Barongan dan mengambil lakon Babad Wonosri dan bercerita tentang kegigihan masyarakat membuka sebuah desa.

"Dalam cerita ini mengisahkan kegigihan masyarakat membuka hutan untuk jadi perkampungan. Filosofi Klendo Barong ini wujud seorang pemimpin yang harus siap mengayomi bawahan," imbuhnya.

Untuk memainkan Klendo Barong ini dengan cara dikeprukkan ke badan, kaki, bahkan ke kepala, sehingga ada juga yang menyebut Barong Keprukan.

Barongan ini memiliki berat 50 kg lebih dan sekarang jenis kesenian ini banyak dipentaskan saat ada Kuda Lumping.

Pasukan Klendo Barong yaitu empat orang perempuan memiliki makna kesetaraan antara perempuan dan laki-laki yang punya kemampuan sama mengolah lahan pertanian.

Semur atau api yang disemburkan saat pementasan sebagai personifikasi kobaran semangat masyarakat membangun desa. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved