Home »

Video

Perjuangan Melawan Belanda Rakyat Bangkalan Ditampilkan di Atas Panggung Ayodya

Pementasan diawali dengan suara drum yang kemudian disusul oleh gamelan dengan penabuh berpakaian khas Madura

Perjuangan Melawan Belanda Rakyat Bangkalan Ditampilkan di Atas Panggung Ayodya
Tribun Bali/Putu Supartika
Penampilan perwakilan dari Kabupaten Bangkalan dalam PKB ke-40. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pementasan diawali dengan suara drum yang kemudian disusul oleh gamelan dengan penabuh berpakaian khas Madura.

Selanjutnya narator pun mulai bercerita tentang pementasan yang diangkat.

"Nusantara ini satu. Negeri ini satu yaitu NKRI. Kita kuat karena saudara, hancur karena tidak ada kepedulian," kata narator.

Fragmentari ini berjudul "Bentoran Adat" perwakilan dari Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Mereka pentas di Kalangan Ayodya, Art Center, Sabtu (21/7/2018).

Fragmentari "Bentoran Adat" bersumber dari kisah Pangeran Cakraningrat III yaitu Raden Tumenggung Sosro Adiningrat untuk melindungi kebudayaan dari benturan adat luar, khususnya Belanda.

Karena dari kedua belah pihak sama-sama mempertahankan kebudayaan masing-masing, maka terjadilah pertempuran.

Pertempuran ini terjadi 16 Oktober 1718 dan pertempuran dilaksanakan di atas kapal.

Di dalam pementasan juga diselingi dengan lawakan antara orang asli Madura dengan orang Belanda yang mengocok perut para penonton.

Menurut Kabid Kebudayaan Disbud Kabupaten Bangkalan, Hendra Gema Domina, perwakilan kabupaten ini telah tampil sebanyak tiga kali di PKB.

"Syukur hari ini kami mengisi PKB yang ketiga kalinya. Mudah-mudahan dengan ini Bangkalan dapat dikenal lebih luas," kata Hendra. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help