Simpang Ring Banjar

Tradisi Unik Desa Kediri, Bunyi Alat Musik Okokan Dipercaya Halau Wabah Penyakit

Tabanan memiliki kaya dengan tradisi unik dan budaya. Okokan satu di antaranya.

Tradisi Unik Desa Kediri, Bunyi Alat Musik Okokan Dipercaya Halau Wabah Penyakit
Istimewa
Tradisi okokan 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN -- Tabanan memiliki kaya dengan tradisi unik dan budaya.

Okokan satu di antaranya. Alat musik tradisional ini digunakan oleh warga Banjar Delod Puri, Desa Kediri, Kecamatan Kediri, sebagai media menolak dalam ritual nangluk merana.

Saat ini sebagaian besar warga Kediri sudah memikiki Okokan di rumahnya.

Meskipun sejarah okokan belum ditemukan pada sumber tertulis dalam bentuk lontar, namun dipercaya secara turun temurun sudah ada sejak tahun 1960.

Saat itu, warga Desa Kediri terkena kebrebehan (wabah penyakit). Penyakit menyerang warga dari segala usia. Penyebabnya tak jelas. Ada juga yang meninggal tanpa sebab yang pasti.

Ketua Sekaa Okokan Brahma Diva Kencana, Gusti Ngurah Adnyana menuturkan, okokan berawal dari adanya tradisi tektekan yang dilaksanakan saat ada warga yang kebrebehan atau terserang wabah.

Saat itulah warga kemudian membunyikan suara dari beberapa alat seperti alat pertanian, dapur, dan sebagainya sebagai upaya untuk menolak bala yang menyerang Desa Kediri.

"Awalnya ini tradisi tektekan, ini dilakukan bilamana ada warga yang kebrebehan. Desa kediri dulunya sempat terserang wabah penyakit sehingga semua alat alat seperti pertanian, dapur, dan lain sebagainya dibunyikan warga dengan cara dipukul-pukul," ujar Ngurah Adnyana, Jumat (20/7).

Seiring waktu berjalan, kata dia, alat-alat yang dipakai di Kediri dan Tabanan, dikenal namanya okokan. Awalnya, okokan yang mereka pakai meminjam ke desa sebelah seperti di Kecamatan Penebel, Marga, dan Baturiti.

Okokan memiliki bentuk seperti kalung sapi namun berbentuk besar dan jika digerakkan akan menghasilkan suara merdu dan keras.

Halaman
123
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved