Bibir Pantai Matahari Terbit Dibanjiri Limbah Kayu, Ini Jawaban dari Pihak DLHK

Limbah kayu menumpuk di bibir Pantai Matahari Terbit, Sanur, dimanfaatkan pengunjung

Bibir Pantai Matahari Terbit Dibanjiri Limbah Kayu, Ini Jawaban dari Pihak DLHK
TRIBUN BALI/HISYAM MUDIN
Seorang pengunjung Pantai Matahari Terbit, Sanur telah mencari limbah yang dianggap masih bisa dipakai, Minggu (22/7/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bibir Pantai Matahari Terbit, Sanur, Denpasar, Bali dipenuhi sampah potongan kayu, Minggu (22/7/2018).

Volume sampah mencapai tiga truk. Pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar menduga sampah-sampah ini berasal dari wilayah tetangga akibat cuaca buruk yang terjadi belakangan ini.

Sekitar pukul 13.00 Wita siang, sampah berupa potongan kayu terlihat masih menumpuk di bibir pantai berpasir hitam ini.

Kondisi ini pun menjadi tontonan pengunjung pantai. Bahkan sejumlah pengunjung dan anak-anak pun memanfaatkan kondisi tersebut dengan mencari barang-barang bekas yang masih bermanfaat.

Baca: Trans Studio Bali Buka Lowongan untuk 2000 Karyawan, Catat! Ini Posisi yang Dibutuhkan

"Cari barang, ini ada perak," ujar wanita, salah satu pengunjung sembari memberikan sebuah koin yang ia temukan kepada temannya.

Kepala Bidang Persampahan dan Limbah DLHK Kota Denpasar, Ketut Adi Wiguna, mengklaim sampah kiriman tersebut sudah selesai dibersihkan.

"Semua sudah bersih, sejak pagi pukul 07.00 Wita petugas sudah melakukan pembersihan dan sekitar pukul 10.15 Wita sudah selesai semua," ujarnya saat dikonfirmasi Tribun Bali, Minggu (22/7/2018).

Untuk mengatasi sampah ini pihaknya mengerahkan 15 petugas. Setidaknya petugas membutuh waktu sekitar tiga jam untuk mengatasi sampah berupa potongan kayu tersebut.

Hasilnya, volume sampah yang dikumpulkan sebanyak tiga truk atau sekitar 1,5 ton. (*)

Penulis: Hisyam Mudin
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help