Fenomena Alam

Gerhana Bulan Akhir Pekan Ini Akan Berlangsung 103 Menit, Menjadi yang Terpanjang Selama Abad 21

micro blood moon di mana bulan terlihat sedikit lebih kecil dari biasanya dan peristiwa

Gerhana Bulan Akhir Pekan Ini Akan Berlangsung 103 Menit, Menjadi yang Terpanjang Selama Abad 21
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Penampakan Gerhana Bulan Total (Super Blood Moon) diambil dari Kawasan Planetarium, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (31/1/2018). Fenomena langka gerhana bulan total yang terakihir kali terjadi 152 tahun lalu terlihat tidak sempurna dari wilayah Jakarta dikarenakan awan mendung. 

TRIBUN-BALI.COM - Langit di wilayah Indonesia pada Akhir pekan nanti (28/7/2018) akan dihiasi gerhana bulan total.

Gerhana bulan nanti akan terbilang langka terjadi. Bahkan menjadi fenomena istimewa di abad 21.

Gerhana bulan kali ini merupakan yang terpanjang selama abad ke-21.

Fase gerhana bulan total akan berlangsung selama 103 menit, atau empat menit lebih pendek dari durasi terpanjang yang mungkin terjadi.

Baca: Berkat Olahan Snack Jagung, Siswi SMAN 4 Denpasar Wakili Astra Motor Bali Di ajang AHMBS Nasional

Baca: Polytron Raih Dua Penghargaan Good Design Indonesia dari Kemendag

Baca: Drawing Ulang Cabor Sepak Bola Asian Games 2018, Lawan Berat Menanti Timnas U-23 Indonesia

Hal ini disebabkan pada saat gerhana nanti, bulan akan berada pada posisi terjauhnya dari Bumi.

Itulah yang menyebabkan bulan bergerak lebih lambar dan membutuhkan waktu lama untuk melewati bayangan Bumi.

Selain itu, jarak tersebut juga membuat bulan terlihat sedikit lebih kecil dari biasanya dan peristiwa ini disebut sebagai micro blood moon.

Sebelumnya, NASA mencatat fenomena serupa mencapai durasi terpanjangnya pada 16 Juli 2000 atau 18 tahun silam.

Ketika itu fase gerhana bulan total berdurasi 106 menit.

Saat itu bulan akan berubah kemerahan, proses keseluruhan dari awal hingga akhir, berlangsung hampir 4 jam.

Fenomena blood moon tak terlihat oleh pemirsa di Amerika Utara, kecuali melalui menggunakan webcast, gerhana bisa disaksiakn pengamat di wilayah Afrika, Timur Tengah, Asia Selatan, dan Samudera Hindia. (*)

Penulis: Rizki Laelani
Editor: Rizki Laelani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved