Fenomena Alam

Peneliti LAPAN Mencatat Ada Empat Keistimewaan Saat Blood Moon Pada 28 Juli Ini

Bulan bisa merambat melalui kerucut, atau menembus tengah. Itu [tengah] mendapat gerhana berdurasi lebih panjang

Peneliti LAPAN Mencatat Ada Empat Keistimewaan Saat Blood Moon Pada 28 Juli Ini
istimewa
Ilustrasi gerhana bulan total. 

TRIBUN-BALI.COM - Tak seperti gerhana matahari, Anda tidak perlu peralatan pengaman khusus untuk mengamati gerhana bulan.

Anda bisa dengan aman melihat secara langsung dengan mata telanjang, teleskop atau teropong.

Fenomena itu akan menampilkan warna merah tua atau coklat kemerahan saat peristiwa gerhana terjadi, bukan menjadi gelap gulita, hal itu karena sebagian sinar matahari
menembus atmosfer Bumi

Gerhana bulan nanti akan terbilang langka terjadi. Bahkan menjadi fenomena istimewa di abad 21.

Gerhana bulan kali ini merupakan yang terpanjang selama abad ke-21.

Fase gerhana bulan total akan berlangsung selama 103 menit, atau empat menit lebih pendek dari durasi terpanjang yang mungkin terjadi.

Baca: Gerhana Bulan Akhir Pekan Ini Akan Berlangsung 103 Menit, Menjadi yang Terpanjang Selama Abad 21

Kenapa jadi paling lama abad ini?

"Yang mengontrol durasi gerhana bulan adalah posisi bulan saat melewati bayangan Bumi," kata Petro kepada Space.com.

"Bagian paling gelap dari bayangan bumi disebut umbra. Anda dapat membayangkan umbra sebagai kerucut yang memanjang dari Bumi ke arah yang berlawanan dengan matahari," Petro menjelaskan.

"Bulan bisa merambat melalui kerucut, atau menembus tengah. Itu [tengah] mendapat gerhana berdurasi lebih panjang," katanya.

Halaman
12
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help