Gunung Agung Terkini

Mulai Pukul 12.52 Wita Hingga Pukul 14.36 Wita, Gunung Agung Alami Erupsi Sebanyak 3 Kali

Erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 23mm dan durasi sekira 3 menit 26 detik

Mulai Pukul 12.52 Wita Hingga Pukul 14.36 Wita, Gunung Agung Alami Erupsi Sebanyak 3 Kali
Istimewa
Gunung Agung 

TRIBUN BALI.COM, AMLAPURA - Aktivitas Gunung Agung kembali meningkat, tercatat pada Volcanic Eruption Notice Pos Pengamatan PVMBG Gunungapi Agung Desa Rendang Selasa (24/7/2018) sekira pukul 12.52 WITA teramati kolom abu 1500 meter diatas puncak, berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur dan tenggara.

Erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 23mm dan durasi sekira 3 menit 26 detik.

Tidak berselang lama pukul 13.36 WITA dengan tinggi kolom abu teramati 700 meter diatas puncak, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah timur dan tenggara.

Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 meter dan durasi 2 menit 13 detik.

Ketiga terjadi erupsi 14.36 WITA dengan tinggi kolom abu teramati 700 meter di atas puncak, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah timur dan tenggara.

Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 24 mm dan durasi 3 menit 13 detik.

Kepala Sub-Bidang Mitigasi Gunung Api Bagian Timur, PVMBG, Devy Kamil Syahbana mengatakan meskipun terjadi erupsi, energinya per saat ini belum tinggi. Dan trend selanjutnya kita ikuti.

PVMBG merekomendasikan masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 km dari Kawah Puncak Gunung Agung.

Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan G. Agung yang paling aktual/terbaru.

Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved