Di Sanur Kauh Bermukim 672 WNA, Begini Hasil Sidak Hari Ini

Sampai saat ini kami telah rutin melaksanakan pendataan sehingga dapat melakukan pengawasan terhadap WNA yang ada di wilayah kami.

Di Sanur Kauh Bermukim 672 WNA, Begini Hasil Sidak Hari Ini
Tribun Bali/Putu Supartika
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Pemerintah Kota Denpasar menggelar inspeksi mendadak (sidak) warga negara asing (WNA) di wilayah Sanur Kauh, Denpasar, Bali, Rabu (25/7/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Pemerintah Kota Denpasar menggelar inspeksi mendadak (sidak) warga negara asing (WNA) di wilayah Sanur Kauh, Denpasar, Bali, Rabu (25/7/2018).

Menurut Perbekel Desa Sanur Kauh, I Made Ada, saat ini jumlah WNA yang ada di wilayahnya sebanyak 672 orang yang tersebar di beberapa banjar.

Untuk pengawasannya, telah dilakukan secara rutin termasuk pendataan yang dilakukan kepala dinas.

"Sampai saat ini kami telah rutin melaksanakan pendataan sehingga dapat melakukan pengawasan terhadap WNA yang ada di wilayah kami," kata Made Ada.

Sementara itu, Kepala Bidang Kewaspadaan dan Penanganan Konflik Kesbangpol Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gde Arisudana mengatakan, sidak atau pemantauan ini telah rutin dilaksanakan dengan menyasar masing-masing desa yang terdapat orang asing seperti di Desa Sanur Kauh.

Pengawasan terhadap WNA melibatkan tim terpadu, yakni imigrasi, kepolisian, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Tenaga Kerja, Bagian Hukum dan Bagian Humas Denpasar.

"Kami harapkan desa dan kelurahan untuk melakukan pendataan terhadap orang asing, sehingga data yang ada harus akurat sebelum melakukan pengawasan ke lapangan," kata Arisudana.

Dalam kesempatan tersebut, Arisudana menambahkan untuk pengawasan WNA di Kota Denpasar diawali dengan mengakuratkan data keberadaan warga asing tersebut.

Sehingga pihaknya memberikan blangko pada desa dan lurah guna mendata sembari memberikan sosialisasi untuk pendataan.

Selanjutnya tim melanjutkan untuk melakukan monitoring langsung ke lapangan.

Untuk di Desa Sanur Kauh sendiri pihaknya mengambil beberapa sample dengan menyasar WNA yang tinggal di Jalan Kutat Lestari.

Dari sejumlah WNA yang dipantau tidak ada yang melanggar aturan untuk tinggal di Denpasar.

Arisudana mengakui untuk melakukan penindakan terhadap WNA yang melakukan pelanggaran masih menjadi kewenangan pihak Imigrasi.

"Untuk kegiatan dan aktivitas WNA di wilayah Kota Denpasar menjadi pengawasan pemerintah daerah dan harus tunduk terhadap peraturan pemerintah daerah," imbuhnya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved